JAWA BARAT — Data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan dinamika menarik di segmen Battery Electric Vehicle (BEV) pada tiga bulan pertama tahun 2026. Total distribusi mobil listrik dari pabrik ke dealer terpantau fluktuatif, namun tetap berada di tren positif. Penjualan dibuka dengan angka 10.264 unit pada Januari, melonjak ke 12.314 unit di Februari, sebelum akhirnya terkoreksi tipis menjadi 10.572 unit pada Maret.
BYD dan Jaecoo Menguasai Podium Penjualan
BYD tampil dominan dengan total raihan 12.473 unit selama periode Januari hingga Maret 2026. Pabrikan asal Shenzhen ini mencatatkan performa terbaiknya pada bulan Januari dengan angka distribusi mencapai 4.879 unit. Angka ini jauh melampaui para pesaing terdekatnya, sekaligus membuktikan penerimaan pasar yang sangat masif terhadap lini produk mereka di Tanah Air.
Kejutan datang dari Jaecoo yang berhasil mengamankan posisi kedua. Merek yang berada di bawah naungan Chery Group ini membukukan penjualan total 7.827 unit pada Kuartal I 2026. Berbeda dengan BYD, momentum Jaecoo justru terus merangkak naik dan mencapai puncaknya pada Maret dengan torehan 2.959 unit. Kehadiran model-model baru yang kompetitif disinyalir menjadi faktor utama lonjakan permintaan merek ini.
Persaingan Sengit Geely, Wuling, dan AION
Perebutan posisi tiga besar juga tidak kalah sengit. Geely sukses menempati urutan ketiga dengan total penjualan 2.813 unit. Performa Geely terlihat stabil dengan tren meningkat, di mana Maret menjadi bulan tersibuk bagi mereka dengan angka pengiriman 1.133 unit ke dealer.
Sementara itu, Wuling yang sempat menjadi pionir mobil listrik ringkas di Indonesia kini harus puas berada di posisi keempat dengan catatan 2.599 unit. Melengkapi daftar lima besar, AION berhasil mengantongi angka penjualan sebanyak 2.148 unit sepanjang kuartal pertama tahun ini. Berikut adalah rincian lima besar merek BEV terlaris Kuartal I 2026:
- BYD: 12.473 unit
- Jaecoo: 7.827 unit
- Geely: 2.813 unit
- Wuling: 2.599 unit
- AION: 2.148 unit
Faktor Pendorong Agresivitas Merek Tiongkok
Dominasi total produsen asal Tiongkok dalam daftar lima besar ini mencerminkan strategi ekspansi yang sangat agresif. Tidak hanya mengandalkan harga yang kompetitif, pabrikan-pabrikan ini mulai berani mengadu teknologi baterai, fitur keselamatan aktif, hingga jarak tempuh yang lebih jauh untuk menarik minat konsumen lokal. Strategi distribusi yang cepat dan kehadiran di berbagai pameran otomotif nasional terbukti efektif mendongkrak angka wholesales.
Kondisi pasar BEV di Indonesia pada awal 2026 ini juga tidak lepas dari dukungan regulasi pemerintah. Percepatan pembangunan infrastruktur pengisian daya (SPKLU) dan berbagai insentif fiskal terus menjadi katalisator bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan bebas emisi. Dengan banyaknya model baru yang akan meluncur di kuartal berikutnya, peta persaingan diprediksi akan semakin cair dan kompetitif.