KABUPATEN BOGOR — Progres pembangunan fisik program TMMD ke-128 di Kecamatan Cigudeg telah melampaui 59 persen sejak resmi dibuka pada 22 Maret 2026. Angka ini disampaikan Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Brigjen TNI Edi Yusnandar saat meninjau lokasi, Jumat (8/5/2026).
Edi menegaskan pemilihan sasaran di Cigudeg sudah tepat karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat pedesaan. Ia meminta seluruh personel melakukan reorganisasi kekuatan pada sisa waktu agar target rampung tepat waktu.
“Agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” ujar Edi di hadapan jajaran Kodam III/Siliwangi, Korem 061/Suryakancana, Kodim 0621 Kabupaten Bogor, serta Forkopimda dan tokoh masyarakat setempat.
Jalan Penghubung Dua Desa Jadi Prioritas
Pembangunan fisik utama TMMD ke-128 adalah pengaspalan jalan penghubung Desa Banyuasih dan Desa Tegallega. Dua desa ini kerap terisolasi saat curah hujan tinggi karena akses jalan yang rusak parah.
Selain jalan, program ini juga mencakup pembangunan lima unit rumah tidak layak huni, saluran air bersih, renovasi MCK dan mushola, serta program penghijauan dan ketahanan pangan. Semua sasaran dipilih berdasarkan usulan warga dan hasil musyawarah desa.
Penyuluhan Narkoba hingga Mitigasi Bencana
Di sektor non-fisik, TMMD menggelar sejumlah penyuluhan bagi warga. Materi yang disampaikan meliputi kesehatan, mitigasi bencana, pencegahan penyalahgunaan narkoba, dan wawasan kebangsaan.
Wakil Bupati Bogor Jaro Ade yang turut hadir dalam kegiatan Wasev menekankan pentingnya menjaga integritas dan akuntabilitas selama pelaksanaan program. Ia mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan warga dan personel TNI di lapangan.
“Kolaborasi tiga pihak ini menjadi motor penggerak percepatan pembangunan di pelosok,” kata Jaro Ade dalam sambutannya.