MAJALENGKA — Tren penggunaan sepeda motor listrik atau molis di wilayah Jawa Barat, termasuk Majalengka, diprediksi meningkat tajam menjelang 2026. Salah satu model yang menjadi sorotan adalah Selis E-Max, yang diklaim mampu memangkas pengeluaran harian pengguna secara signifikan.
Berdasarkan hitungan teknis, biaya pengisian daya Selis E-Max hanya memerlukan sekitar Rp2.500 untuk menempuh jarak hingga 60 kilometer. Jika dibandingkan dengan konsumsi BBM motor konvensional, rata-rata penghematan bulanan berada di kisaran Rp800 ribu hingga Rp1,4 juta, tergantung intensitas pemakaian.
Efisiensi ini menjadi daya tarik utama bagi pekerja komuter yang memiliki mobilitas tinggi setiap harinya. Dalam jangka panjang, total penghematan selama satu tahun bahkan disebut-sebut hampir menyamai nilai cicilan kendaraan itu sendiri.
Rincian Harga Empat Varian Selis E-Max Tahun 2026
Produsen menyediakan empat pilihan kapasitas baterai yang disesuaikan dengan kebutuhan jarak tempuh konsumen. Varian terendah menggunakan teknologi SLA (Lead Acid), sementara varian tertinggi mampu menjangkau jarak antar-kota.
Berikut daftar harga Selis E-Max berdasarkan tipenya:
- Selis E-Max SLA (Jarak 40 km): Rp15.500.000
- Selis E-Max Lithium Single (Jarak 60 km): Rp22.000.000
- Selis E-Max Lithium Dual (Jarak 120 km): Rp28.000.000
- Selis E-Max Long Range (Jarak 230 km): Rp35.000.000
Pilihan varian ini memberikan fleksibilitas bagi masyarakat, baik untuk keperluan belanja ke pasar hingga perjalanan lintas kabupaten yang membutuhkan daya tahan baterai lebih kuat.
Subsidi Pemerintah Rp5 Juta Sasar Motor Listrik TKDN Tinggi
Peluang masyarakat memiliki motor listrik makin terbuka dengan adanya rencana kelanjutan program subsidi pemerintah pada 2026. Nilai insentif diperkirakan mencapai Rp5 juta per unit, meski otoritas terkait masih merampungkan aturan final pelaksanaannya.
Selis E-Max memiliki keunggulan kompetitif karena telah mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 53 persen. Angka ini melampaui batas minimal yang ditetapkan pemerintah untuk mendapatkan bantuan potongan harga atau subsidi langsung.
Tingginya angka TKDN juga memberikan jaminan ketersediaan suku cadang di pasar lokal. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli yang seringkali khawatir dengan layanan purnajual kendaraan listrik di daerah.
Bebas Ganti Oli dan Busi Tekan Biaya Perawatan Rutin
Selain hemat energi, struktur mesin motor listrik yang sederhana membuat biaya perawatan berkala jauh lebih murah. Pengguna tidak perlu lagi mengalokasikan anggaran untuk penggantian oli mesin, busi, maupun filter udara secara rutin.
Komponen bergerak pada molis jauh lebih sedikit dibandingkan mesin pembakaran internal (ICE). Fokus perawatan biasanya hanya tertuju pada sistem pengereman, ban, dan pengecekan kondisi baterai secara berkala.
Hadirnya Selis E-Max dengan berbagai keunggulan ini diharapkan mampu mempercepat transisi energi di sektor transportasi Jawa Barat. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menekan polusi udara dan ketergantungan pada energi fosil.