BMKG Imbau Delapan Wilayah di NTT dan Sulsel Segera Evakuasi Pascagempa Magnitudo 7,7

Penulis: Uki Damayanti  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:45:31 WIB
Warga di delapan wilayah NTT dan Sulsel diimbau segera melakukan evakuasi menyusul peringatan dini tsunami pascagempa magnitudo 7,7.

JAWA BARAT — Peringatan dini yang dirilis melalui laman resmi Indonesia Tsunami Early Warning System (Inatews) itu mencantumkan estimasi waktu tiba gelombang di setiap wilayah. Manggarai bagian utara dan Ngada bagian utara menjadi daerah pertama yang diperkirakan terdampak pada pukul 05.02 WIB, disusul Manggarai Barat bagian utara semenit kemudian.

BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk tiga provinsi, yakni NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan. Hasil pemodelan menunjukkan ancaman gelombang setinggi 0,5 meter hingga 3 meter menghadang sejumlah wilayah pesisir.

Daftar Wilayah Siaga dan Estimasi Waktu Tiba Gelombang

Delapan wilayah yang berstatus siaga tersebut mayoritas berada di pesisir utara Pulau Flores dan sebagian pesisir selatan Sulawesi. Berikut rincian estimasi waktu tiba yang dirilis BMKG:

  • Manggarai bagian utara, NTT (pukul 05.02 WIB)
  • Ngada bagian utara, NTT (pukul 05.02 WIB)
  • Manggarai Barat bagian utara, NTT (pukul 05.03 WIB)
  • Selayar, Sulawesi Selatan (pukul 05.04 WIB)
  • Ende bagian utara, NTT (pukul 05.05 WIB)
  • Sikka bagian utara, NTT (pukul 05.13 WIB)
  • Jeneponto, Sulawesi Selatan (pukul 05.15 WIB)
  • Bantaeng, Sulawesi Selatan (pukul 05.46 WIB)

Instruksi Evakuasi dan Status Waspada di Wilayah Lain

"Pemerintah provinsi/kabupaten/kota yang berada pada status 'Siaga' diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi," tulis BMKG di laman Inatews. Peringatan ini dikeluarkan menyusul gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Mbay Nagekeo pada Sabtu pagi.

Selain status siaga, BMKG juga menetapkan status waspada tsunami di empat wilayah lain dengan potensi ketinggian gelombang 0,5 meter. Wilayah tersebut meliputi Flores Timur di NTT, Bima dan Dompu di NTB, serta Wajo di Sulawesi Selatan.

Dalam siaran langsung di kanal YouTube BMKG, lembaga tersebut menegaskan bahwa hasil pemodelan tsunami menunjukkan potensi dampak yang signifikan di tiga provinsi. Masyarakat di wilayah pesisir diminta menjauhi pantai dan tidak kembali ke rumah sebelum status peringatan dicabut oleh pihak berwenang.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top