SMK Kehutanan Bakti Rimba di Jawa Barat Latih Siswa Tangani Ular Berstandar Medis, Bekal Rimbawan Tangguh Sebelum Terjun ke Lapangan

Penulis: Wendra Kusuma  •  Senin, 25 Mei 2026 | 16:40:07 WIB
Siswa SMK Kehutanan Bakti Rimba mengikuti pelatihan penanganan ular sesuai standar medis.

BANDUNG BARAT — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kehutanan Bakti Rimba menggelar pelatihan penanganan ular yang mengacu pada standar medis untuk para siswanya. Program ini dirancang untuk mencetak calon rimbawan yang tidak hanya paham konservasi, tetapi juga sigap menghadapi situasi darurat di lapangan.

Kepala sekolah menyebut bahwa kemampuan menangani ular menjadi keterampilan krusial bagi lulusan yang akan bekerja di kawasan hutan. “Kami ingin lulusan SMK Bakti Rimba siap kerja dan tangguh, termasuk saat berhadapan dengan satwa liar,” ujarnya.

Bekal Keterampilan Darurat untuk Calon Rimbawan

Dalam pelatihan tersebut, siswa diajarkan teknik mengidentifikasi jenis ular berbisa dan tidak berbisa. Mereka juga dilatih menggunakan alat evakuasi standar serta prosedur pertolongan pertama pada korban gigitan ular.

Metode yang digunakan mengadopsi standar medis dan penanganan satwa liar yang berlaku di Indonesia. Hal ini penting mengingat banyak petugas hutan yang berhadapan langsung dengan ular saat patroli atau pemantauan ekosistem.

Antisipasi Risiko di Lapangan Kerja

Pelatihan ini tidak hanya bersifat teoretis. Para siswa langsung mempraktikkan teknik penanganan ular dalam simulasi yang dikawal instruktur berpengalaman.

Menurut pihak sekolah, kecelakaan akibat gigitan ular kerap terjadi pada petugas hutan yang kurang terlatih. Dengan bekal ini, lulusan SMK Bakti Rimba diharapkan lebih percaya diri dan minim risiko saat bertugas di area hutan lindung maupun kawasan konservasi.

Program ini menjadi nilai tambah bagi siswa yang ingin berkarier di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), perusahaan kehutanan, atau lembaga lingkungan hidup. Keterampilan teknis seperti ini jarang diberikan di sekolah kejuruan biasa.

Cetak Lulusan Siap Pakai

SMK Kehutanan Bakti Rimba memang dikenal dengan kurikulum yang mengedepankan praktik lapangan. Selain penanganan ular, siswa juga dibekali teknik pemetaan hutan, identifikasi flora, dan konservasi satwa.

Pelatihan ini menjadi salah satu upaya sekolah menjawab kebutuhan industri kehutanan yang membutuhkan tenaga terampil dan sigap. Dengan pendekatan seperti ini, lulusan diharapkan langsung bisa bekerja tanpa perlu pelatihan ulang dari perusahaan.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: radarbogor.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top