JAWA BARAT — Pertumbuhan operasional PSL di tiga bulan pertama 2026 terutama ditopang oleh meningkatnya volume ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya. Komoditas tersebut dikirim dari Pelabuhan Kuala Tanjung menuju Malaysia dan Singapura. Selain itu, jumlah pelayaran yang mulai memanfaatkan pelabuhan tersebut beserta kawasan pendukungnya juga ikut mendongkrak aktivitas perusahaan.
PSL merupakan anak usaha Pelindo yang bergerak di bidang pengelolaan kawasan pendukung pelabuhan dan pengembangan hinterland. Perusahaan ini berperan dalam menyediakan solusi terintegrasi untuk ekosistem kepelabuhanan, mulai dari lapangan penumpukan hingga pengembangan konektivitas logistik.
Strategi Integrasi Rantai Pasok Nasional
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PT PSL, Retno Soelistianti, menyatakan capaian ini memperkuat peran perusahaan dalam mengintegrasikan layanan penunjang pelabuhan.
"PT Pelindo Sinergi Lokaseva terus berkomitmen mewujudkan visi perusahaan sebagai penyedia solusi terbaik bagi ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi," ujar Retno dalam keterangan resmi, Kamis (4/6/2026).
Menurut Retno, penguatan kinerja operasional dan pembangunan konektivitas kawasan merupakan upaya perusahaan untuk mendorong efisiensi rantai logistik nasional. Langkah ini dinilai krusial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah Sumatera Utara yang menjadi salah satu gerbang ekspor utama Indonesia.
Dampak bagi Efisiensi Logistik
Kenaikan aktivitas di lapangan penumpukan PSL menunjukkan bahwa infrastruktur pendukung pelabuhan mulai dimanfaatkan secara optimal. Bagi pengguna jasa, ketersediaan yard storage yang memadai berarti proses bongkar muat dan penyimpanan barang menjadi lebih cepat. Hal ini berpotensi menekan biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama di sektor maritim Indonesia.
Ke depan, PSL diharapkan terus memperluas layanan kawasan pendukung pelabuhan di berbagai titik strategis. Dengan integrasi yang lebih baik antara pelabuhan dan daerah belakangnya (hinterland), rantai pasok nasional diyakini bisa berjalan lebih efisien dan kompetitif.