BANDUNG — Arief Wibisono, mahasiswa ITB yang sempat dinyatakan hilang, dievakuasi dalam kondisi sadar meski mengalami luka di sekujur tubuh. Ia ditemukan di kawasan Leuweung Malang, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, pada Selasa (11/5) pagi.
Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB Nita Yuanita memastikan Arief sudah diserahterimakan kepada pihak keluarga. "Update terakhir, barusan Arief sudah diserahterimakan kepada keluarga," kata Nita saat ditemui di RSUD Bedas Arjasari.
Jatuh ke Jurang, Bertahan Hidup dengan Menyusuri Sungai
Menurut Nita, Arief sempat mengalami kecelakaan saat pendakian. "Dia jatuh, terperosok ke jurang 6-7 meter, lalu tidak bisa naik ke atas ke jalur, jadi membuka jalur menyusuri sungai," tuturnya.
Kondisi Arief saat ditemukan masih dalam keadaan sadar. Namun, ia mengalami luka goresan dan memar di tubuh. Saat ini korban masih menjalani serangkaian pemeriksaan rontgen di rumah sakit.
Kronologi: Keluar Jalur dari Basecamp Pasir Kuda
Kapolsek Pameungpeuk Kompol Asep Dedi mengungkapkan bahwa Arief diduga keluar dari jalur pendakian awal. Ia memulai perjalanan dari Basecamp Pasir Kuda, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.
"Iya, keluar jalur awal masuk. Jaraknya dari Basecamp Pasir Kuda ke tempat penemuan sekitar 8 kilometer," kata Asep. Korban kemudian ditemukan oleh warga dan petugas gabungan yang melakukan pencarian.
Proses Evakuasi dan Penanganan Medis
Setelah ditemukan, Arief langsung dibawa oleh petugas ke tempat yang lebih aman untuk mendapatkan pertolongan pertama. "Mahasiswa masih dibawa ke tempat yang aman dulu," pungkas Asep.
Informasi penemuan ini pertama kali disebarluaskan oleh akun Instagram relawan @darmanto_wanadri_96. "Alhamdullilah terimakasih team SAR gabungan korban hilang di Gunung puntang sudah di ketemukan dgn selamat," tulisnya pagi tadi.
Humas ITB Lala Arief juga membenarkan kabar tersebut. "Alhamdulilah, Arif sudah ditemukan dengan selamat. Ditemukan di Leuweung Malang, ditemukan oleh warga," ujarnya.
Pihak kampus, termasuk perwakilan FTSL, Program Studi, dan Ikatan Ahli Teknik Lingkungan (IATL), turut mendampingi Arief dan keluarganya hingga proses penyerahan selesai di rumah sakit.