Pencarian

Sumedang Gelar Tradisi Ngalaksa di Geotheater Rancakalong Hingga 10 Mei

Rabu, 06 Mei 2026 • 11:18:02 WIB
Sumedang Gelar Tradisi Ngalaksa di Geotheater Rancakalong Hingga 10 Mei
Puluhan masyarakat adat Rancakalong mengikuti ritual pembukaan Tradisi Ngalaksa di Geotheater.

SUMEDANG — Puluhan rurukan atau masyarakat adat di Kecamatan Rancakalong memadati kawasan Geotheater untuk mengikuti ritual pembukaan Ngalaksa. Dony Ahmad Munir bersama jajaran Forkopimda tiba di lokasi dengan menunggangi kuda renggong, menandai dimulainya rangkaian tradisi yang berlangsung selama enam hari ke depan.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pembukaan upacara kali ini dipusatkan di amphitheater Geotheater Rancakalong. Langkah ini diambil untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat dan wisatawan guna menyaksikan prosesi penyambutan padi yang diiringi tarian tradisional.

Ngalaksa sebagai Simbol Ketahanan Pangan Lokal

Dony Ahmad Munir menjelaskan bahwa Ngalaksa bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan wujud syukur atas hasil bumi yang melimpah. Ritual ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus menghormati tanaman padi sebagai sumber kehidupan utama.

“Apabila kita bersyukur akan bertambah nikmat dari yang maha kuasa. Dan ini juga menghormati tanaman padi yang betul-betul dikelola dan diolah dengan baik. Dan tentunya melestarikan budaya, ini sudah turun-temurun,” ujar Dony di sela kegiatan.

Menurutnya, Rancakalong merupakan ruh budaya Kabupaten Sumedang yang konsisten menjaga warisan leluhur. Pelestarian tradisi ini diyakini berdampak langsung pada penguatan ketahanan pangan karena memotivasi petani untuk terus meningkatkan produktivitas lahan mereka.

Alunan Tarawangsa dan Prosesi Pembuatan Laksa

Daya tarik utama dalam ritual ini adalah kehadiran kesenian Tarawangsa yang diiringi alat musik jentreng. Musik tradisional tersebut terus mengalun selama prosesi berlangsung, menciptakan suasana sakral di tengah kerumunan warga.

Selain pertunjukan seni, inti dari tradisi ini adalah ritual pembuatan makanan khas berbahan tepung padi yang disebut laksa. Proses pengolahan padi menjadi laksa melibatkan kerja sama kolektif masyarakat adat, yang mencerminkan nilai gotong royong yang masih kental di wilayah Sumedang.

Rangkaian Upacara Adat Tradisi Ngalaksa dijadwalkan terus berlangsung hingga 10 Mei 2026. Puncak kegiatan nantinya akan dilaksanakan di Bale Adat Rancakalong sebagai penutup dari seluruh rangkaian ritual syukur panen tersebut.

Bagikan
Sumber: harapanrakyat.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks