BANDUNG — Rumah yang biasa dipenuhi perbincangan hangat tentang seni dan kemanusiaan itu kini berubah menjadi ruang silaturahmi yang penuh haru. Sejak beberapa hari terakhir, kediaman Kang Iman Soleh di Bandung tak pernah sepi dari kunjungan para seniman, budayawan, akademisi, hingga sahabat dari berbagai generasi.
Mereka datang bukan untuk menyaksikan aksi panggung, melainkan untuk memberikan dukungan moril kepada maestro yang telah puluhan tahun menghidupkan panggung budaya Sunda. Kehadiran para tamu itu menjadi penguat bagi Kang Iman yang saat ini harus menjalani prosedur cuci darah secara rutin.
Sore Selasa lalu menjadi momen yang sarat emosi. Di tengah keterbatasan fisik, Kang Iman tetap menyambut para sahabatnya dengan senyum dan keteguhan hati. Ia berulang kali menyampaikan terima kasih sekaligus permohonan maaf atas segala khilaf selama ini.
Bagi Kang Iman, penyakit yang dideritanya bukan sekadar persoalan medis. Ia meyakininya sebagai bentuk kifarat, jalan penggugur dosa yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya. Dengan suara lirih namun penuh keteguhan, ia mengungkapkan kepasrahan dan keikhlasan menerima takdir yang dijalaninya.
Dalam perbincangan reflektif bersama para tamunya, Kang Iman sempat menyinggung makna mendalam dari nama yang disandangnya. "Nama Iman Soleh yang saya sandang sebagai pemberian dari orang tua sesungguhnya sangat berat," tuturnya.
Menurutnya, nama itu mengandung harapan besar agar dirinya menjadi pribadi yang kuat dalam keimanan sekaligus saleh dalam perilaku dan pengabdian. Namun, di usianya yang kini telah matang dengan perjalanan hidup panjang, ia justru merasa belum mampu memenuhi sepenuhnya doa yang tersimpan dalam nama tersebut.
Pengakuan jujur itu disampaikan Kang Iman di hadapan orang-orang yang selama ini mengenalnya sebagai sosok pekerja keras di dunia kesenian. Peran legendarisnya sebagai Kabayan Nyintrek masih melekat kuat di ingatan masyarakat Sunda hingga saat ini.
Berbagai kalangan terus berdatangan ke kediamannya untuk memberikan semangat. Para seniman muda yang pernah belajar darinya turut hadir, menunjukkan bahwa dedikasi Kang Iman selama bertahun-tahun telah menyalakan api kreativitas bagi banyak orang.
Meski kondisi kesehatannya mengharuskannya membatasi aktivitas, semangat Kang Iman untuk tetap terhubung dengan dunia seni dan orang-orang di sekitarnya tidak pernah padam. Ia menerima ujian hidup ini dengan kesadaran yang dalam dan penuh keikhlasan.
Hingga berita ini diturunkan, Kang Iman masih menjalani perawatan intensif di kediamannya. Doa dan dukungan dari para sahabat serta masyarakat pencinta seni terus mengalir untuk kesembuhan sang maestro.