BANDUNG — BPJS Ketenagakerjaan resmi meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) yang digelar serentak di 45 titik seluruh Indonesia. Soft launching nasional program ini dipusatkan di Bandung dan dihadiri langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat, serta Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain yang mewakili Wali Kota.
Program ini lahir dari keprihatinan atas banyaknya keluarga yang kehilangan sosok tulang punggung akibat kecelakaan kerja atau sakit. Melalui PEKA, BPJS Ketenagakerjaan memastikan perlindungan jaminan sosial tidak berhenti ketika manfaat telah diterima, melainkan menjadi pijakan untuk kembali produktif.
PEKA membawa semangat Value Beyond Protection, yakni memastikan manfaat yang diterima peserta maupun ahli waris tidak sekadar menjadi pemenuhan kebutuhan sesaat. Para penerima manfaat didorong mengubah santunan tersebut menjadi modal usaha yang bisa menopang perekonomian keluarga dalam jangka panjang.
Kegiatan ini diikuti oleh 1.426 penerima manfaat yang tersebar di berbagai daerah. Mereka mendapatkan pendampingan agar mampu membangun sumber penghidupan secara mandiri dan tidak bergantung pada bantuan sosial.
Program ini tidak hanya memberikan pelatihan kewirausahaan, tetapi juga mendampingi para penerima manfaat dalam merintis usaha dari nol. Dengan begitu, santunan yang semula bersifat konsumtif dapat bertransformasi menjadi modal produktif yang berkelanjutan.
Kehadiran Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam soft launching ini menegaskan komitmen pemerintah mendorong kemandirian ekonomi para penerima manfaat. Pemkot Bandung sendiri mendukung penuh inisiatif ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi warga.
Melalui PEKA, BPJS Ketenagakerjaan berharap para penerima manfaat tidak hanya sekadar menerima santunan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru. Program ini menjadi bukti bahwa perlindungan sosial tidak berhenti pada pemberian kompensasi, melainkan berlanjut pada pemberdayaan yang berkelanjutan.