BANDUNG — Puluhan warga yang tengah berolahraga di kawasan Dago, Kota Bandung, mendadak berhenti dan berkumpul di salah satu sudut Taman Cikapayang pada Minggu pagi (16/8). Di sana, sebuah manekin terbaring dan seorang instruktur berlutut di sampingnya, memperagakan tekanan dada berulang-ulang. Pemandangan itu menjadi bagian dari edukasi publik yang digelar Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) Regional Jawa Barat.
Kegiatan ini merupakan pengabdian masyarakat dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia. Tema yang diangkat bukan sekadar seremonial, melainkan keterampilan darurat yang bisa menyelamatkan nyawa: bantuan hidup dasar (BHD) atau resusitasi jantung paru (RJP).
Ketua IPAI Regional Jawa Barat, Yayan Suryanto, menegaskan bahwa henti jantung dapat terjadi di mana saja—di rumah, tempat kerja, jalan, maupun saat berolahraga. Kondisi ini menuntut pertolongan pertama yang cepat, tanpa harus menunggu tenaga kesehatan tiba di lokasi.
"Edukasi yang utama adalah bagaimana melakukan kompresi jantung yang benar ketika seseorang mengalami henti jantung maupun henti napas," kata Yayan di sela kegiatan.
Menurutnya, kemampuan ini dinilai penting dimiliki masyarakat umum, bukan hanya tenaga medis. Warga perlu mengenali tanda-tanda seseorang kehilangan kesadaran dan mengetahui langkah awal yang harus diambil sebelum bantuan profesional datang.
Antusiasme warga terlihat saat sesi demonstrasi dimulai. Mereka tidak hanya menyaksikan, tetapi juga dipersilakan mencoba langsung teknik kompresi dada pada manekin yang telah disiapkan. Sebanyak 30 manekin tersebar di area taman, didampingi oleh 60 instruktur profesional di bidang penata anestesi.
Total sumber daya manusia yang terlibat dalam kegiatan ini mencapai sekitar 115 orang. Ketua Alumni Anestesi Jakarta, Lasiape, menyebut persiapan kegiatan berlangsung sekitar dua bulan. Para penata anestesi, yang kesehariannya bekerja di kamar operasi, sengaja membawa keahlian mereka keluar dari rumah sakit untuk menjangkau masyarakat luas.
Selain edukasi BHD, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengunjung taman. Hal ini menjadi nilai tambah bagi warga yang datang untuk berolahraga di akhir pekan.