Upacara HUT ke-81 RI di Jawa Barat Pindah ke Halaman Gedung Sate, Dedi Mulyadi: Latar Bendera Tak Lagi Hotel

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:28:31 WIB
Pengibaran bendera Merah Putih pada HUT ke-81 RI di Jawa Barat digelar di halaman Gedung Sate, Bandung, Jumat (15/8/2025).

BANDUNG — Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pengibaran Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 RI tingkat Jawa Barat tidak lagi berlatar bangunan hotel. Dedi Mulyadi memindahkan lokasi upacara dari Lapangan Gasibu ke halaman Gedung Sate yang baru selesai ditata ulang.

Kebijakan ini dirancang agar dokumentasi prosesi kemerdekaan menampilkan lansekap Gedung Sate secara utuh. Sebelumnya, momen bersejarah itu kerap terekam dengan latar gedung komersial di sekitar kawasan tersebut.

"Ini menjadi yang pertama. Selama ini tempat upacara di Lapangan Gasibu. Saat bendera berkibar yang terekam di kamera muncul bangunan hotel bukan Gedung Sate. Nah nanti itu tidak akan terjadi lagi," kata Dedi di Bandung, Jumat.

Formasi Baru: Hanya TNI-Polri yang Berbaris

Selain lokasi, Dedi merombak total formasi peserta upacara. Barisan inti tahun ini hanya diisi personel TNI dan Polri demi menjaga ketertiban serta kesakralan prosesi. Sementara itu, jajaran Satpol PP dikhususkan untuk defile pasukan.

Pegawai ASN dan pelajar tidak lagi dituntut berbaris dalam formasi formal. Masyarakat umum justru diundang hadir secara terbuka untuk menyaksikan jalannya upacara dari halaman Gedung Sate.

"Upacara diikuti oleh orang yang biasa upacara. Memiliki ketahanan fisik yang kuat. Kemudian memiliki kemampuan untuk tidak bicara selama upacara sehingga upacaranya bisa berjalan dengan tertib," ujar Dedi.

"Masyarakat silakan datang untuk menghadiri dan melihat upacaranya. Kita melaksanakan upacara secara terbuka di halaman Gedung Sate," tambahnya.

Cat Khusus Standar Museum untuk Cagar Budaya

Dari sisi infrastruktur, Dedi memastikan revitalisasi fisik lanskap dan bangunan Gedung Sate telah tuntas. Pengerjaan gerbang dan gapura utama ditargetkan rampung pada Minggu (16/8), sehari sebelum upacara digelar.

Pemugaran cagar budaya ikonik Kota Bandung itu dilakukan secara cermat berbasis regulasi pelestarian. Dedi mengklaim penggunaan formula cat khusus berstandar museum menjadi bagian dari proses tersebut.

"Jadi sekarang menggunakan cat yang memiliki standar sesuai dengan ketentuan Balai Pelestarian Cagar Budaya," tutur Dedi, merujuk pada tampilan anyar Gedung Sate yang kini tampak bercat putih terutama pada bagian pagar.

Kawasan Gedung Sate yang menyatu dengan Gasibu diharapkan menjadi ruang publik yang lebih representatif, tidak hanya untuk upacara kenegaraan tetapi juga aktivitas warga sehari-hari.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: megapolitan.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top