JAWA BARAT — Podcast Wheel-E yang tayang setiap dua minggu sekali di kanal YouTube Electrek kembali membahas sejumlah berita paling populer seputar sepeda listrik dan kendaraan listrik nonkonvensional. Episode kali ini menyoroti perkembangan dari beberapa merek besar, mulai dari kepastian peluncuran e-bike Rivian hingga kebijakan kontroversial di Amerika Serikat dan Eropa.
Rivian, produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat, mengonfirmasi bahwa e-bike yang sempat tertunda lama kini hanya mengalami keterlambatan sedikit lagi. Kabar ini menjadi angin segar bagi para penggemar yang telah menantikan produk anyar tersebut sejak pertama kali diumumkan.
Kehadiran e-bike ini menandai ekspansi Rivian dari segmen pickup dan SUV listrik ke kendaraan mikro personal. Meski belum ada detail spesifikasi final yang diumumkan, kepastian waktu peluncuran menjadi sinyal bahwa proyek ini tidak dibatalkan.
Urban Arrow, produsen kargo e-bike asal Belanda, resmi memperkenalkan model terbarunya yang diberi nama Breeze untuk pasar Amerika Serikat. Model ini masuk ke segmen longtail cargo e-bike yang sedang populer karena kepraktisannya untuk mengangkut barang atau anak.
Langkah ini menjadi strategi penting Urban Arrow untuk bersaing dengan merek seperti Tern dan Xtracycle yang lebih dulu menguasai pasar kargo e-bike di AS. Breeze dirancang untuk menawarkan kapasitas angkut besar dengan tetap mengedepankan kenyamanan berkendara di perkotaan.
Dari sisi performa, Aniioki memperkenalkan e-bike terbarunya dengan motor ganda berkekuatan 6.000 watt. Dengan tenaga sebesar itu, kendaraan ini dinilai sudah melewati batas wajar dan lebih mirip sepeda motor listrik daripada sepeda listrik pada umumnya.
Tenaga sebesar itu jelas tidak lazim untuk e-bike standar yang biasanya dibatasi di kisaran 250 watt hingga 750 watt. Aniioki menyasar konsumen yang menginginkan sensasi berkendara ekstrem, meski status hukum kendaraan ini di jalan raya menjadi pertanyaan besar.
Podcast Wheel-E juga mengupas kisah aneh di balik perusahaan e-bike gratis di Colorado, Amerika Serikat. Perusahaan tersebut mengklaim menawarkan e-bike tanpa biaya alias gratis dengan dalih "tanpa syarat", namun kemudian memicu kebingungan publik.
Kisah ini menjadi pelajaran menarik tentang model bisnis yang tidak biasa di industri e-bike, di mana tawaran yang tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan sering kali menyimpan kejanggalan. Detail skema dan bagaimana perusahaan itu beroperasi menjadi bahan diskusi hangat di kalangan pegiat e-bike.
Kebijakan regulasi juga menjadi sorotan utama. New York City secara resmi mengirimkan surat penghentian (cease-and-desist) kepada Amazon dan Walmart terkait penjualan e-bike berkecepatan tinggi yang dianggap ilegal. Langkah ini diambil untuk menekan angka kecelakaan yang melibatkan e-bike modifikasi di jalanan kota.
Sementara itu, Paris menerapkan aturan baru yang mewajibkan pengendara skuter listrik untuk mengenakan rompi visibilitas tinggi atau menghadapi denda. Kebijakan ini diambil untuk meningkatkan keselamatan di tengah padatnya lalu lintas ibu kota Prancis, sekaligus memudahkan identifikasi pengendara skuter.
Di segmen skuter listrik, HMP memperkenalkan Lightning Mk.II dengan banderol harga 3.999 dolar AS. Skuter ini diklaim sebagai kendaraan komuter legal jalan raya yang terjangkau untuk kebutuhan pasar Amerika Serikat.
Dengan harga yang relatif kompetitif untuk kelasnya, Lightning Mk.II diharapkan bisa menjadi alternatif menarik bagi komuter yang ingin beralih dari kendaraan bermesin bensin. Skuter ini menawarkan solusi transportasi yang lebih hemat biaya dan ramah lingkungan.
Seluruh topik tersebut dibahas tuntas dalam episode terbaru Wheel-E yang dapat disaksikan melalui kanal YouTube Electrek. Podcast ini juga tersedia dalam format audio di berbagai aplikasi podcast favorit.