Penjambretan Siang Bolong di Apotek Singaparna Tasikmalaya Terekam CCTV, Korban Kejar Pelaku hingga Tas Jatuh

Penulis: Uki Damayanti  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 19:54:31 WIB
Aksi penjambretan di sebuah apotek di Singaparna, Tasikmalaya, terekam kamera pengawas pada Sabtu (7/8/2026).

TASIKMALAYA — Aksi penjambretan yang terekam jelas kamera pengawas terjadi di sebuah apotek di Jalan Cikunir, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (7/8/2026). Pelaku yang beraksi siang bolong itu gagal membawa kabur tas korban karena panik saat dikejar dan menjatuhkan barang curiannya.

Rekaman kejadian kini beredar luas di media sosial. Dalam video yang terekam, terlihat pelaku datang seorang diri menggunakan sepeda motor matik dengan mengenakan masker.

Modus Berpura-pura Menjadi Pembeli

Kedatangan pelaku semula tidak menimbulkan kecurigaan. Ia berpura-pura layaknya pembeli yang hendak memesan obat, bahkan sempat mengambil minuman di dalam lemari pendingin.

Setelah itu, pelaku keluar mendekati sepeda motornya untuk memantau situasi sekitar. Merasa kondisi aman, ia kembali masuk ke dalam apotek dan langsung merampas ponsel milik korban yang sedang berjaga.

Saat kejadian, korban yang diketahui bernama Issa sedang menjaga apotek bersama seorang anak kecil. Ia tidak mampu memberikan perlawanan berarti dan sempat berlari keluar untuk mengejar pelaku.

Tas Korban Jatuh, Pelaku Kabur Karena Panik

Beruntung, tas milik korban yang dijambret pelaku jatuh saat dikejar. Barang berisi dompet dan handphone itu pun tidak berhasil dibawa kabur oleh jambret tersebut.

"Yang dicurinya itu tasnya. Isi dalam tas ada dompet sama handphone. Tidak ada kerugian, tasnya jatuh, pelakunya kabur karena panik. Sekarang lagi diusut ke pihak kepolisian, soalnya pelaku takut balik lagi," ungkap Issa, Senin (10/8/2026).

Issa mengaku tidak menyangka akan menjadi korban penjambretan. Ia mengira pelaku adalah pembeli yang hendak membeli obat atau minuman.

"Saya tidak curiga kalau dia itu mau menjambret. Kirain saya mau beli air minum atau beli obat, eh tahunya langsung masuk dan ambil tas," tuturnya.

Polisi Masih Menunggu Laporan Resmi

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dari korban. Kanit Reskrim Polsek Singaparna, Dwi Santosa, membenarkan bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan terkait peristiwa tersebut.

"Kami masih menunggu korban untuk membuat laporan resmi agar bisa segera ditindaklanjuti," ujar Dwi saat dikonfirmasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pemilik toko dan apotek di wilayah Tasikmalaya untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menjaga toko hanya dengan sedikit orang. Rekaman CCTV yang jelas menjadi bukti penting yang diharapkan dapat membantu polisi mengidentifikasi pelaku.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: harapanrakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top