BANDUNG — Ribuan harapan Bobotoh kini bertumpu pada pundak Mariano Peralta. Striker asal Argentina itu diproyeksikan menjadi ujung tombak baru Maung Bandung untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027. Peralta tiba di Indonesia pada Minggu malam lebih dulu melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Bandung.
Di Stasiun KCIC Tegalluar, Umuh Muchtar menyambut langsung pemain yang didampingi agennya, Thomas Lezcano. “Alhamdulillah, Mariano akhirnya tiba di Bandung dalam keadaan sehat dan selamat. Kami menyambutnya dengan penuh sukacita sebagai bagian dari keluarga besar Persib,” ujar Umuh dalam keterangan resmi yang diterima media, Senin malam.
Antusiasme suporter sudah terasa sejak Peralta masih di bandara. Puluhan Bobotoh menunggu kedatangannya di Cengkareng, memberikan sambutan meriah yang langsung membekas di hati pemain kelahiran Argentina itu.
“Saya sangat senang akhirnya bisa berada di Bandung. Sambutan yang saya terima sejak tiba di Indonesia benar-benar luar biasa dan membuat saya merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar Persib,” kata Peralta. Ia mengaku tidak sabar untuk segera bergabung dengan rekan setim, mengikuti latihan, dan akhirnya bermain di hadapan Bobotoh.
Peralta berjanji akan bekerja keras setiap hari untuk membantu tim meraih hasil terbaik. “Saya akan memberikan yang terbaik setiap hari untuk membantu tim meraih hasil terbaik. Saya berharap kita bisa menikmati musim yang penuh kebahagiaan dan meraih banyak prestasi bersama,” ucapnya.
Manajemen Persib berharap kehadiran Peralta mampu menambah ketajaman lini serang yang sempat tumpul musim lalu. Setelah seluruh agenda kedatangannya rampung, pemain berusia 28 tahun itu dijadwalkan langsung bergabung dengan program latihan tim asuhan pelatih Igor Tolic.
Umuh Muchtar juga mengapresiasi sambutan luar biasa dari Bobotoh. Menurutnya, dukungan dan kehangatan seperti itulah yang menjadi salah satu kekuatan utama Persib. “Terima kasih kepada seluruh Bobotoh yang telah memberikan sambutan luar biasa sejak Mariano menginjakkan kaki di Indonesia,” tambahnya.