BOGOR — Puncak kemarau di Jawa Barat mulai berdampak nyata pada warga di tiga kecamatan di Kabupaten Bogor. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 16 ribu kepala keluarga terdampak kekeringan hingga kekurangan pasokan air bersih sejak awal Juli 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, petugas BPBD Kabupaten Bogor terus bergerak menyalurkan bantuan ke desa-desa yang mengalami krisis pasokan air. Armada tangki air bersih dikerahkan ke sejumlah titik pemukiman warga.
Distribusi air bersih terbaru menyasar tiga kecamatan berbeda. Di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, BPBD menyalurkan 4.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan harian warga.
Sebanyak 2.500 liter pasokan air bersih dikirimkan ke Desa Gadog, Kecamatan Megamendung. Sementara itu, Desa Sukajaya di Kecamatan Sukajaya menerima jatah terbanyak, yakni 5.000 liter air bersih.
"Petugas BPBD di lapangan terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis pasokan air akibat musim kemarau," kata Abdul dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (23/7/2026).
Abdul memastikan ancaman kekeringan akibat puncak kemarau di Jawa Barat masih dalam pemantauan ketat tim Direktorat Pengendalian Operasi BNPB. Koordinasi dengan BPBD Kabupaten Bogor terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan armada distribusi dan pasokan air layak konsumsi tetap terjamin.
Berdasarkan data BNPB, total warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor mencapai 52.602 jiwa. Angka ini berpotensi bertambah jika musim kemarau berlanjut tanpa turun hujan dalam waktu dekat.