Gempa M4,9 Guncang Sukabumi, KAI Daop 2 Bandung Pastikan Jalur Aman Usai Inspeksi Rel dan Jembatan

Penulis: Valdi Pratama  •  Senin, 20 Juli 2026 | 10:28:31 WIB
Petugas prasarana KAI Daop 2 Bandung memeriksa kondisi rel dan jembatan di lintas Cibeber–Gandasoli setelah gempa M4,9 mengguncang Sukabumi.

BANDUNG — Getaran gempa berkekuatan M4,9 yang berpusat 83 kilometer selatan Sukabumi turut dirasakan di jalur operasional KAI Daop 2 Bandung. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo menyatakan, saat gempa terjadi, KA Siliwangi (343) relasi Cipatat–Sukabumi tengah memasuki Stasiun Cibeber, Kabupaten Cianjur.

“Dimana getaran gempa dirasakan di wilayah operasional PT KAI Daop 2 Bandung lintas Cibeber–Gandasoli,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu malam.

Prosedur Keselamatan: Kereta Dihentikan, Jalur Diperiksa

Kuswardojo menjelaskan, kereta tiba di Stasiun Cibeber sesuai jadwal. Namun, perusahaan tidak langsung melanjutkan perjalanan. Sebagai bagian dari standar tanggap darurat, petugas prasarana langsung diterjunkan untuk memeriksa seluruh infrastruktur di lintas terdampak.

Pemeriksaan mencakup kondisi jalur rel, jembatan, terowongan, hingga fasilitas pendukung operasional lainnya. “Setelah dipastikan seluruh prasarana dalam kondisi aman dan tidak ditemukan kerusakan akibat gempa, KA Siliwangi kembali diberangkatkan menuju Stasiun Sukabumi,” kata Kuswardojo.

KA Siliwangi Alami Keterlambatan 19 Menit

Akibat prosedur inspeksi tersebut, perjalanan kereta mengalami keterlambatan selama 19 menit dari jadwal keberangkatan semula. Meski demikian, KAI menegaskan langkah itu merupakan protokol wajib demi keselamatan pelanggan dan awak sarana.

“Setiap kali terjadi gempa bumi yang berpotensi mempengaruhi jalur kereta api, KAI akan segera menerapkan prosedur tanggap darurat dengan menghentikan sementara perjalanan kereta pada lintas yang terdampak untuk dilakukan inspeksi,” tegas Kuswardojo.

Pusat Gempa di Laut Selatan Sukabumi

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bermagnitudo 4,9 tersebut berpusat di koordinat 7,73 LS–106,53 BT dengan kedalaman 23 kilometer. Episenter berada di laut, 83 kilometer arah selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Hingga Minggu malam, KAI Daop 2 Bandung memastikan tidak ada kerusakan pada prasarana perkeretaapian di seluruh lintas yang sempat diinspeksi. Operasional kereta api di wilayah Daop 2 dinyatakan berjalan normal kembali.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: news.harianjogja.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top