IHSG Terkoreksi ke 5.900 Meski Valuasi Murah, Manulife Sarankan Dua Strategi Kunci bagi Investor

Penulis: Valdi Pratama  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 12:02:01 WIB
IHSG terkoreksi ke level 5.900 meski valuasi saham masih tergolong murah.

JAWA BARAT — Pelemahan IHSG terjadi di tengah optimisme awal sesi pertama yang sempat mendorong indeks ke zona hijau. Namun, pasar masih wait and see terhadap konsistensi perbaikan fundamental ekonomi. Pemerintah memang mulai merapikan arah kebijakan, Bank Indonesia terus menopang rupiah, dan valuasi aset—baik saham maupun obligasi—sudah murah. Tapi kepercayaan investor belum pulih penuh.

Valuasi Murah Bukan Jaminan, Selektivitas Jadi Kunci

Freddy menekankan bahwa harga murah tidak otomatis berarti peluang beli. "Seleksi diperlukan karena tidak semua aset yang murah otomatis menarik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7).

Rasio forward price to earnings (P/E) MSCI Indonesia per akhir Juni tercatat di level 8,7 kali, jauh di bawah rata-rata 5 tahun sebesar 13,2 kali. Namun, valuasi rendah ini juga mencerminkan skeptisisme pasar terhadap prospek jangka pendek. "Valuasi murah dapat mencerminkan pandangan pasar yang belum memiliki keyakinan terhadap outlook jangka pendek," tambah Freddy.

Di pasar saham, ia menegaskan kualitas emiten lebih penting daripada sekadar valuasi murah. Investor disarankan fokus pada fundamental perusahaan, bukan hanya tergiur diskon harga.

Disiplin Alokasi dan Sabar Akumulasi di Tengah Volatilitas

Kunci kedua adalah disiplin alokasi. Freddy mendorong investor untuk membangun posisi secara bertahap dan terukur, mengingat volatilitas masih tinggi. "Disiplin alokasi dan kesabaran akumulasi penting agar investor dapat membangun posisi secara terukur," jelasnya.

Untuk pasar obligasi, kenaikan imbal hasil (yield) membuka peluang akumulasi selektif, terutama jika stabilitas nilai tukar rupiah terjaga. Sementara itu, untuk eksposur Asia, rantai pasok kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor tetap menjadi tema struktural yang menarik.

"Tentu saja semua pilihan ini harus disesuaikan dengan profil risiko investor, dan pemantauan berkala," ungkap Freddy.

Katalis yang Dinanti: Kebijakan Jelas dan Daya Beli Membaik

Pasar masih membutuhkan katalis tambahan untuk benar-benar rebound. Menurut Freddy, pembenahan dan transformasi pasar saham yang sudah dimulai sejak awal tahun perlu diikuti dengan arah kebijakan ekonomi yang jelas, konsisten, dan tidak destruktif. Selain itu, sinyal perbaikan ekonomi riil—seperti konsumsi dan daya beli masyarakat—juga dinanti.

"Kita harapkan serangkaian re-kalibrasi kebijakan yang banyak diumumkan pemerintah sejak Juni kemarin dapat diterima investor dengan positif," ucapnya. Ia juga berharap pembenahan pasar saham yang menjadi sorotan lembaga indeks internasional berjalan konsisten.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: money.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top