BOGOR — Komitmen untuk membenahi tata kelola penerimaan siswa baru di Kota Hujan resmi dimulai. DPRD Kota Bogor menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, yang dirancang untuk menekan celah praktik menyimpang yang selama ini merugikan warga.
Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya memberi restu, tetapi akan mengawal langsung proses ini. Ia mengapresiasi arahan Pemerintah Kota Bogor yang fokus pada perbaikan sistem pendidikan sebagai fondasi utama.
"Kami dari pihak DPRD memberikan apresiasi dan mendukung penuh arahan-arahan tersebut, terutama sistem yang memang bertujuan membenahi tata kelola pendidikan," ujar Adityawarman dalam keterangannya, Selasa (12/5).
Adityawarman menyebut, sistem baru ini adalah bagian dari visi besar Wali Kota Bogor, "Bogor Cerdas". Ia berjanji akan memastikan bahwa program tersebut tidak hanya berhenti di dokumen, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat di tingkat bawah.
"Saya akan berusaha mengawal agar sistem yang dibangun tetap transparan dan akuntabel," tegas politisi yang akrab disapa Awi itu.
Prosesi penandatanganan komitmen dukungan SPMB 2026 berlangsung di Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor. Adityawarman hadir didampingi Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur. Momen ini menjadi sinyal kuat bahwa legislatif dan eksekutif sepakat untuk membereskan sistem penerimaan murid baru secara bersama-sama.
Menurut Adityawarman, pembenahan tata kelola ini sangat krusial untuk meminimalisir praktik-praktik yang kerap merugikan orang tua dan calon siswa. Dengan sistem yang lebih ketat dan transparan, diharapkan tidak ada lagi celah bagi oknum untuk bermain dalam proses penerimaan.
DPRD berkomitmen untuk terus memantau implementasi SPMB 2026. Pengawasan akan dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa setiap tahapan seleksi berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan.