Sumur Bor PLN di Tapanuli Tengah Selesai, Jamaah Masjid dan Panti Asuhan Kini Nikmati Air Bersih untuk Wudhu dan Sehari-hari

Penulis: Valdi Pratama  •  Selasa, 12 Mei 2026 | 18:07:01 WIB
Sumur bor PLN di Tapanuli Tengah selesai dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

JAWA BARAT — General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir menegaskan, pembuatan sumur dan tempat penampungan air bersih ini bukan proyek fisik semata. “Ini wujud nyata kehadiran PLN di tengah masyarakat,” ujarnya di Medan, Selasa.

Bukan Cuma Listrik, PLN Turun Tangan Soal Air Bersih

Mundhakir menyebut bantuan itu merupakan komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan kelistrikan yang andal sekaligus menjawab kebutuhan sosial masyarakat secara berkelanjutan. Keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui transisi energi bersih, tetapi juga lewat kepedulian sosial yang berdampak nyata.

Fasilitas air bersih itu dirancang memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari: wudhu, mandi, mencuci, memasak, hingga menjaga kebersihan lingkungan. “Kami berupaya menciptakan ruang ibadah, tempat tinggal, dan lingkungan aktivitas yang lebih sehat, nyaman, serta layak,” tambah Mundhakir.

Jamaah Masjid Akhirnya Bisa Wudhu Tanpa Khawatir

Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Al Hikmah Kalangan, Saribudi Waruhu, mengaku bantuan itu sangat terasa manfaatnya. “Terutama untuk wudhu, membersihkan masjid, dan mendukung aktivitas jamaah sehari-hari,” katanya.

Menurut Saribudi, keberadaan sarana air bersih ini tak hanya membantu aktivitas keagamaan, tetapi juga memberi rasa nyaman bagi masyarakat sekitar. “Semoga kebaikan ini membawa manfaat yang luas bagi masyarakat,” ucapnya.

Dengan rampungnya sumur bor ini, PLN menunjukkan bahwa peran BUMN tak melulu soal listrik. Di tengah tantangan akses air bersih di Sumatera Utara, langkah ini menjadi contoh konkret sinergi antara kebutuhan energi dan kebutuhan dasar warga.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top