BANDUNG — Ruas jalan utama di Kota Bandung dan sekitarnya dipenuhi ribuan pendukung Persib yang melakukan konvoi massal pada Minggu (10/5/2026) sore. Aksi ini merupakan bentuk perayaan spontan setelah tim kebanggaan Jawa Barat tersebut berhasil menumbangkan Persija Jakarta dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga 1 2025/2026.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ribuan pendukung yang mayoritas menggunakan sepeda motor mulai memadati jalanan sesaat setelah peluit panjang dibunyikan di Stadion Segiri, Samarinda. Suara klakson kendaraan terdengar bersahut-sahutan di tengah keramaian massa yang mengenakan atribut biru khas klub kebanggaan mereka.
Kondisi lalu lintas di sejumlah titik mengalami kepadatan signifikan. Di pusat kota, konsentrasi massa terlihat jelas di bawah Flyover Kusumaatmadja (Pasopati). Bobotoh berkumpul memenuhi area tersebut hingga menciptakan suasana riuh di sepanjang jalur layang yang menjadi ikon Kota Bandung tersebut.
Selain di pusat kota, kemacetan akibat konvoi juga terpantau di wilayah Kabupaten Bandung. Kawasan Seroja dan Soreang menjadi titik berkumpulnya massa yang datang dari berbagai arah. Di lokasi-lokasi ini, para pendukung menyalakan flare berwarna biru dan merah yang memicu munculnya kabut asap di tengah barisan konvoi kendaraan.
Euforia kemenangan Maung Bandung ini meluas hingga ke wilayah perbatasan di jalur Bandung–Jatinangor–Sumedang. Massa yang melintas sempat menghentikan kendaraan mereka secara spontan untuk merayakan hasil positif yang diraih tim asuhan Bojan Hodak di Kalimantan Timur.
Di kawasan Pangkalan Damri Kampus Unpad Jatinangor, Bobotoh tampak berhenti dan menyalakan flare sebagai bentuk kegembiraan. Laporan warga melalui media sosial juga mengonfirmasi bahwa kerumunan massa sempat menghambat arus lalu lintas di jalur tersebut sebelum akhirnya bergerak kembali menuju arah Sumedang.
Kemenangan 2-1 atas Persija Jakarta di Stadion Segiri ini memang menjadi momen yang sangat dinantikan. Hasil tersebut tidak hanya mengamankan poin penuh bagi Persib di klasemen Liga 1, tetapi juga memicu gelombang perayaan besar yang mengubah wajah jalanan di Bandung Raya menjadi lautan biru dalam satu malam.