DEPOK — Organisasi Rombongan Anak Muda (RONDA) Kood Berbudaya kini memiliki nakhoda baru untuk memperkuat pelestarian tradisi di Kota Belimbing. Pelantikan di Alun-Alun Grand Depok City (GDC) tersebut disaksikan langsung oleh Wali Kota Depok H. Supian Suri dan Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah.
Kehadiran pimpinan daerah dalam seremoni yang dipimpin H. Ahmad Dahlan ini menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap regenerasi budaya. Dalam jajaran struktur baru, sosok Reza Arizaldi dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Seni dan Pelestarian Budaya.
Sebagai praktisi industri kreatif, Reza membawa visi besar untuk memodernisasi wajah pelestarian budaya agar lebih adaptif. Ia menilai tantangan utama saat ini adalah menjembatani nilai tradisional dengan selera Gen Z yang dinamis.
“Banyak budaya Depok yang potensial diterima generasi muda jika dikemas selaras dengan tren saat ini,” ujar Reza di sela kegiatan Lebaran Depok 2026. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pendekatan konvensional dan unsur inovasi kreatif.
Menurutnya, seni bukan sekadar hiburan, melainkan instrumen komunikasi kuat untuk menyentuh berbagai lapisan masyarakat secara efektif. Strategi ini diharapkan mampu memutus jarak antara tradisi dan keseharian anak muda masa kini.
Penunjukan Reza dalam struktur RONDA didasari rekam jejak panjangnya sebagai penyedia jasa musik profesional di level nasional. Portofolionya mencakup layanan untuk figur publik hingga lingkar keluarga mantan Presiden Republik Indonesia.
Pengalaman tersebut diharapkan membawa perspektif baru dalam mengelola ekosistem seni di Depok. Reza berkomitmen menerjemahkan arahan Ketua Umum RONDA, Abang Denta, ke dalam program kerja yang konkret dan terukur.
“Budaya bisa menjadi bagian identitas dan gaya hidup anak muda melalui pendekatan yang segar,” tambahnya. Ia optimis pola komunikasi yang tepat akan mengubah cara pandang generasi baru terhadap warisan lokal.
Ke depan, bidang yang dipimpin Reza memprioritaskan platform digital sebagai sarana edukasi budaya utama. Strategi ini mencakup pengemasan ulang atraksi tradisional agar memiliki daya tarik visual dan narasi kuat di media sosial.
Selain digitalisasi, penguatan kolaborasi lintas komunitas menjadi agenda utama untuk membangun ekosistem budaya yang inklusif. RONDA dirancang menjadi wadah bagi pemuda Depok untuk bereksperimen dan berkontribusi langsung pada pengembangan daerah.
Melalui momentum Lebaran Depok 2026, sinergi pemerintah, komunitas, dan pelaku kreatif diharapkan memicu transformasi budaya berkelanjutan. Targetnya, menjadikan budaya lokal sebagai kebanggaan identitas masa depan, bukan sekadar warisan masa lalu.