CIREBON — Kelompok suporter Jakmania Cirebon secara resmi membatalkan seluruh rencana kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan besar antara Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung. Keputusan ini mengikuti instruksi tegas dari aparat kepolisian yang tidak memberikan izin keramaian bagi pendukung kedua tim di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Kepala Biro Jakmania Cirebon, Syahril Rizky Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya tunduk pada aturan hukum dan prioritas keamanan daerah. Ia meminta seluruh anggota Jakmania di wilayah Cirebon untuk tidak mengadakan acara serupa di lokasi mana pun secara mandiri.
“Kami menghormati keputusan kepolisian dan mengajak seluruh rekan-rekan Jakmania di Cirebon untuk menaati aturan demi menjaga keamanan bersama,” ujar Syahril, Jumat 8 April 2026.
Larangan ketat yang dikeluarkan kepolisian ini bukan tanpa alasan. Aparat keamanan merujuk pada evaluasi kerusuhan yang terjadi pada 11 Januari 2026 lalu di kawasan Grage City. Saat itu, sebuah acara nobar Persija diduga diserang oleh oknum suporter Persib, yang memicu ketegangan di tengah masyarakat.
Polres Cirebon Kota dan Polresta Cirebon menilai pertandingan pada 10 Mei mendatang memiliki risiko kerawanan yang tinggi. Oleh karena itu, langkah preventif diambil dengan melarang segala bentuk pengumpulan massa suporter, termasuk konvoi di jalan raya, untuk menghindari potensi bentrokan susulan.
Meski basis massa Jakmania di Cirebon terus bertumbuh dan bukan lagi kelompok kecil, Syahril menekankan pentingnya menahan diri. Menurutnya, keselamatan warga Cirebon jauh lebih penting daripada sekadar menggelar acara nonton bersama yang berisiko memicu konflik antarwarna suporter.
“Kami memahami situasi yang ada. Sikap menghargai keputusan kepolisian ini menjadi langkah pencegahan agar konflik antarsuporter tidak kembali terjadi,” kata Syahril menjelaskan alasan di balik kepatuhan organisasi tersebut.
Hingga saat ini, Polres Cirebon Kota bersama Polresta Cirebon terus melakukan pemantauan di lapangan. Pihak kepolisian memastikan akan menindak tegas jika ditemukan adanya kelompok suporter yang nekat menggelar konvoi atau kerumunan massa pada hari pertandingan berlangsung.