Pemkot Bandung Lirik Teknologi Autothermix Olah 50 Ton Sampah Per Hari

Penulis: Zaki Mubarak  •  Jumat, 08 Mei 2026 | 11:42:01 WIB
Sekda Bandung meninjau teknologi Autothermix untuk pengolahan sampah kota.

BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung mulai mencari alternatif teknologi pengolahan sampah di luar metode konvensional untuk membendung laju produksi limbah warga. Salah satu yang menjadi bidikan adalah teknologi Autothermix milik PT Tohaan Renewable Energy Engineering.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, meninjau langsung dapur pacu teknologi ini bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pekan ini. Pemerintah kota ingin memastikan inovasi lokal tersebut mampu menjawab tantangan volume sampah di Kota Kembang yang terus meningkat.

Target Kapasitas 50 Ton untuk Atasi Tumpukan Sampah Kota

Kepala Bidang Pengelolaan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, menjelaskan bahwa saat ini alat yang tersedia masih berupa prototipe dengan kapasitas olah satu ton per hari. Namun, pengembangan ke skala industri menjadi target utama dalam kerja sama ini.

“Pak Sekda melihat salah satu inovasi pengolahan dan pemusnahan sampah menggunakan autothermix. Saat ini prototipenya berkapasitas 1 ton per hari, namun harapannya bisa dikembangkan hingga 50 ton per hari,” ujar Salman di sela peninjauan.

Peningkatan kapasitas hingga 50 ton dinilai krusial agar teknologi ini memberikan dampak signifikan terhadap penurunan volume sampah di level perkotaan. Pemerintah berharap skalabilitas alat ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan lahan dan produksi sampah di berbagai titik wilayah Bandung.

Mekanisme Termal Minim Oksigen Tanpa Bahan Bakar Solar

Berbeda dengan insinerator biasa yang membutuhkan pasokan solar atau gas secara kontinu, Autothermix diklaim lebih mandiri energi. Teknologi ini memanfaatkan gas hasil dekomposisi sampah atau syngas sebagai bahan bakar utama setelah suhu operasional tercapai.

Direktur Utama PT Tohaan Renewable Energy Engineering, Budi Permana, memaparkan bahwa inti inovasi ini terletak pada pengendalian suhu dan oksigen yang sangat ketat. Proses ini memastikan sampah mengalami peluruhan material secara sempurna dengan residu abu yang sangat minim.

“Konsepnya menggunakan minim oksigen dengan proses termal tertentu sehingga sampah mengalami peluruhan,” jelas Budi. Pendekatan tersebut membuat proses pemusnahan sampah lebih ramah lingkungan karena fokus pada pengendalian emisi melalui teknologi dekomposisi.

Rekam Jejak Operasional di Serang Sejak Akhir 2023

Teknologi hasil karya anak bangsa ini sebenarnya bukan barang baru di lapangan. Sebelum dilirik Pemkot Bandung, perangkat versi pertama telah melewati masa uji coba operasional di wilayah lain untuk memastikan stabilitas sistemnya.

Budi menambahkan, perangkat yang ditinjau Sekda Bandung merupakan hasil penyempurnaan dari unit sebelumnya. “Versi pertama perangkat kami sudah beroperasi sejak Desember 2023 di Kabupaten Serang. Sekarang yang dilakukan adalah penyempurnaan,” ungkapnya.

Keunggulan sebagai karya lokal diharapkan mempermudah proses pemeliharaan jangka panjang. Selain itu, sistem ini dirancang agar lebih adaptif terhadap karakteristik sampah di Indonesia yang cenderung memiliki kadar air tinggi.

Kajian Teknis dan Legalitas Sebelum Implementasi Massa

Meski menunjukkan potensi besar, Pemkot Bandung tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Salman Faruq menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor akan dilakukan untuk membedah aspek legalitas, skema kerja sama, hingga penentuan lokasi penempatan alat.

“Kami akan kaji lebih dalam, baik dari sisi penggunaan teknologinya, skema kerja samanya, lokasi, dan hal-hal teknis lainnya,” tegas Salman. Hasil kajian mendalam ini nantinya akan dilaporkan kepada Sekda sebagai dasar pengambilan keputusan eksekusi di lapangan.

Langkah peninjauan ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkot Bandung dalam mencari berbagai alternatif solusi pengelolaan sampah. Fokus utama pemerintah tetap pada teknologi yang memenuhi regulasi lingkungan namun memiliki efisiensi biaya operasional yang tinggi.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: jabarnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top