KARAWANG — Luapan air dari saluran irigasi yang jebol di Dusun Kalenjaya merendam areal persawahan warga sejak Rabu (6/5/2026) pagi. Derasnya debit air membuat petani tidak sempat menyelamatkan lahan mereka yang kini tertutup genangan cukup dalam.
Kerusakan infrastruktur pengairan ini dipicu oleh kondisi tanggul penahan tanah atau turap yang sudah tidak lagi kokoh. Beban air yang meningkat membuat tanggul tidak mampu bertahan hingga akhirnya jebol dan mengalirkan air tanpa kendali ke sawah di sekitarnya.
Saluran irigasi tersebut merupakan urat nadi utama bagi pertanian di wilayah Tempuran. Kerusakan pada satu titik ini berdampak sistemik pada puluhan hektare lahan yang sangat bergantung pada pengaturan debit air yang stabil untuk pertumbuhan padi.
Para petani setempat kini menghadapi ancaman gagal tanam karena padi rata-rata baru memasuki usia satu bulan. Tanaman pada fase ini sangat rentan mati jika terendam air dalam waktu lama, apalagi biaya tanam yang dikeluarkan sudah cukup besar.
Estimasi kerugian sementara diprediksi mencapai puluhan juta rupiah. Angka ini mencakup biaya benih, pupuk, hingga jasa buruh tani yang telah dikeluarkan sejak awal musim tanam. Jika air tidak segera surut, petani dipastikan harus mengeluarkan biaya ekstra untuk tanam ulang.
Saat ini, para petani di Desa Sumberjaya berupaya melakukan perbaikan darurat secara swadaya. Dengan peralatan seadanya, warga mencoba membendung titik kebocoran menggunakan tumpukan tanah dan material sementara agar luapan air tidak semakin meluas ke petak sawah lain.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Karawang melalui dinas terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan perbaikan permanen. Tanpa penanganan teknis yang serius, perbaikan swadaya dikhawatirkan tidak akan bertahan lama jika debit air kembali meningkat.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan luas lahan terdampak masih terus dilakukan oleh instansi terkait di tingkat kecamatan. Petani masih bersiaga di lokasi sembari menunggu bantuan teknis dan alat berat untuk penguatan tanggul yang jebol.