SUKABUMI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi merilis Sistem Informasi Tanggap Darurat (SIGAP) sebagai langkah digitalisasi penanganan darurat. Aplikasi ini memungkinkan koordinasi instan antara warga dan personel di lapangan saat terjadi peristiwa bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, menyatakan bahwa kehadiran SIGAP bertujuan memangkas waktu respons petugas. Melalui sistem ini, data kejadian yang masuk dipastikan lebih akurat karena dikirimkan langsung dari lokasi terdampak oleh pengguna.
"Kini laporan bencana jadi lebih cepat, akurat, dan real-time. Melalui SIGAP, masyarakat maupun petugas bisa langsung melaporkan kejadian di lokasi, memantau area terdampak, hingga mempercepat proses penanganan," ujar Eki, Selasa (5/5).
Warga dapat mengakses layanan ini melalui laman resmi sigap-bpbd.sukabumikab.go.id. Platform tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kanal pelaporan satu arah, melainkan juga pusat informasi kebencanaan terpadu yang bisa dipantau publik secara terbuka.
Sistem ini dibekali sejumlah fitur teknis untuk mempermudah pemetaan di lapangan. Berikut adalah kemampuan utama dari aplikasi SIGAP:
Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu daerah dengan luas wilayah terbesar di Jawa Barat yang memiliki potensi bencana beragam, mulai dari longsor hingga banjir. Digitalisasi sistem pelaporan menjadi kebutuhan mendesak untuk menjangkau wilayah pelosok dengan lebih efektif.
Eki menekankan bahwa langkah strategis ini diambil untuk mewujudkan respon bencana yang lebih tanggap dan terkoordinasi. Integrasi data melalui SIGAP diharapkan mampu memperkuat mitigasi bencana di tingkat lokal secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi ini secara aktif. Kecepatan laporan dari warga menjadi kunci utama bagi BPBD dalam menentukan skala prioritas pengerahan personel maupun bantuan logistik ke lokasi bencana.