JAWA BARAT — Apple dan Xiaomi akhirnya bertemu di kategori yang sama, meski dengan cara bermain yang bertolak belakang. Xiaomi 18 Fold sudah meluncur lebih dulu di China dengan spesifikasi yang padat, sedangkan iPhone Duo menjadi penanda Apple resmi masuk ke segmen foldable setelah bertahun-tahun menonton dari pinggir lapangan.
Perbandingan ini disusun dari spesifikasi resmi kedua perangkat yang beredar di pasar masing-masing. Keduanya belum tersedia resmi di Indonesia, jadi belum ada pengujian langsung untuk performa harian, durabilitas engsel, atau kualitas kamera di kondisi nyata.
Desain: iPhone Duo Pakai Titanium, Xiaomi Andalkan Layar Lebar
iPhone Duo mengusung desain lipat seperti buku dengan layar luar 5,4 inci yang bisa dibuka menjadi panel utama 7,6 inci. Apple memakai rangka titanium dan Ceramic Shield, kombinasi material yang selama ini jadi standar lini Pro mereka.
Xiaomi 18 Fold tidak kalah soal ukuran. Layar luarnya 5,38 inci, sedangkan layar utama 7,58 inci dengan refresh rate hingga 120Hz. Rasio layar Xiaomi dibuat lebih lebar supaya aktivitas membaca dan multitasking terasa lebih lega saat perangkat dibuka.
Satu keputusan Apple yang menarik: iPhone Duo meninggalkan Face ID. Autentikasi dipindah ke Touch ID di tombol samping, sementara kamera depan ditempatkan di bawah layar bagian dalam. Ini langkah mundur secara teknologi sensor, tapi masuk akal untuk format lipat yang belum bisa menampung modul TrueDepth penuh.
Chipset: A20 Pro Apple vs Xring O3 Buatan Xiaomi
iPhone Duo ditenagai chip A20 Pro, plus modem C2 buatan Apple sendiri. Kombinasi ini menandakan Apple makin lepas dari ketergantungan pada Qualcomm untuk konektivitas.
Di sisi lain, Xiaomi 18 Fold membawa Xring O3, chipset 3nm yang dikembangkan sendiri oleh Xiaomi. Langkah ini bagian dari ambisi Xiaomi menguasai teknologi inti perangkatnya, bukan sekadar merakit komponen dari pemasok.
Belum ada angka benchmark resmi untuk kedua chip ini. Klaim performa puncak hanya bisa diverifikasi setelah unit retail beredar dan diuji dengan AnTuTu, Geekbench, atau 3DMark di kondisi nyata.
Memori dan Baterai: Xiaomi Unggul di Atas Kertas
Xiaomi 18 Fold menawarkan RAM hingga 16 GB dan penyimpanan hingga 1 TB. Baterainya 6.000 mAh dengan pengisian kabel 67W dan wireless charging 50W — kombinasi agresif untuk perangkat berlayar ganda.
- RAM: Xiaomi hingga 16 GB, Apple belum mengumumkan detail
- Penyimpanan: Xiaomi hingga 1 TB, Apple belum merinci varian
- Baterai: Xiaomi 6.000 mAh, Apple belum mengungkap kapasitas
- Charging: Xiaomi 67W kabel + 50W wireless, Apple belum ada data
Apple memang jarang membocorkan angka baterai di awal peluncuran, jadi perbandingan daya tahan sebenarnya baru bisa dilakukan setelah unit review tersedia. Tapi angka 6.000 mAh Xiaomi memberi gambaran bahwa mereka menargetkan pemakaian berat tanpa drama.
Kamera: 200 MP Leica Jadi Pembeda Xiaomi
Ini area di mana Xiaomi terlihat paling agresif. Xiaomi 18 Fold memakai tiga kamera hasil kolaborasi dengan Leica: kamera utama 200 MP, telefoto periskop 50 MP dengan optical zoom 3,5x, dan ultrawide 50 MP.
iPhone Duo membawa dua kamera belakang 48 MP. Konfigurasi ini lebih sederhana di atas kertas, tapi Apple punya rekam jejak kuat soal pemrosesan gambar dan konsistensi warna antar-lensa.
Perbandingan kamera foldable tidak bisa hanya dilihat dari megapixel. Sensor besar di bodi tipis selalu jadi tantangan tersendiri, dan belum ada sampel foto resmi dari kedua perangkat yang bisa dibandingkan secara adil.
Harga: Selisih Rp4 Juta, Tapi Ceritanya Lebih Rumit
iPhone Duo dibanderol mulai US$1.999, sekitar Rp32 juta dengan kurs estimasi Rp16.000 per dolar. Xiaomi 18 Fold di China mulai dari 10.999 yuan atau sekitar Rp28 jutaan berdasarkan harga peluncuran lokal.
Selisih sekitar Rp4 juta terlihat tipis, tapi konteksnya berbeda. Harga Xiaomi adalah harga China, dan biasanya naik saat masuk pasar global atau Indonesia karena pajak dan biaya distribusi. Harga Apple dalam dolar AS juga belum termasuk bea masuk dan PPN kalau masuk resmi ke Indonesia.
Yang jelas, keduanya bukan ponsel untuk pembeli yang mencari perangkat harian dengan budget terbatas. Ini kelas premium ekstrem di mana harga sudah bukan pertimbangan utama.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih
- Belum ada unit review independen untuk keduanya, jadi klaim performa dan durabilitas engsel belum terverifikasi
- iPhone Duo belum jelas kapan masuk pasar global, apalagi Indonesia
- Harga Xiaomi 18 Fold di China belum tentu sama dengan harga global
- Dukungan software jangka panjang untuk chip Xring O3 Xiaomi belum teruji di pasar
- Ketersediaan suku cadang dan servis foldable di Indonesia masih jadi pertanyaan untuk kedua merek
Verdict: Dua Filosofi, Dua Target Pembeli
Kalau kamu sudah lama di ekosistem Apple dan butuh perangkat lipat yang terintegrasi dengan iPhone, iPad, dan Mac, iPhone Duo adalah satu-satunya pilihan. Touch ID di tombol samping mungkin terasa mundur, tapi integrasi software-hardware Apple biasanya menutupi kekurangan spesifikasi.
Xiaomi 18 Fold lebih cocok buat kamu yang mengejar spesifikasi puncak dan tidak masalah dengan ekosistem yang berbeda. Kamera 200 MP, baterai 6.000 mAh, dan RAM 16 GB adalah angka yang sulit diabaikan di kelas harga ini.
Yang belum bisa dijawab sekarang: bagaimana keduanya bertahan setelah enam bulan pemakaian. Ponsel lipat masih kategori yang paling menantang soal durabilitas, dan tanpa pengujian jangka panjang, klaim "premium" dari kedua merek baru sebatas kertas.