PANGANDARAN — Upaya menjadikan Green Canyon sebagai destinasi wisata berkelas dunia tidak hanya berhenti pada potensi alamnya. Pemerintah Kabupaten Pangandaran kini memfokuskan diri pada pengembangan konsep pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism yang menyeimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pangandaran, Dadan Sugitha, menegaskan bahwa pencapaian konsep tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan masyarakat sekitar.
"Pariwisata berkelanjutan itu kan secara lingkungan, sosial dan ekonomi harus seimbang. Termasuk melibatkan masyarakat didalamnya," kata Dadan dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
Daya Tarik Alam yang Kompetitif di Mata Dunia
Green Canyon menawarkan panorama berupa aliran sungai berwarna hijau yang diapit oleh batuan stalaktit dan stalagmit. Keasrian kawasan ini juga dilengkapi keberadaan air terjun abadi yang tersembunyi di celah bebatuan, menjadikannya ikon wisata alam yang sulit ditandingi daerah lain.
Potensi inilah yang membuat kawasan tersebut masuk dalam skema pengembangan destinasi kelas dunia. Menurut Dadan, meskipun ramai dikunjungi wisatawan, tempat ini dinilai masih asri dan sangat mungkin untuk dipoles lebih baik lagi.
Polusi Residu Bahan Bakar Jadi Sorotan Utama
Di balik keindahan alamnya, aktivitas wisata di Green Canyon masih menyisakan persoalan lingkungan yang cukup serius. Polusi residu bahan bakar dari penggunaan mesin perahu konvensional menjadi perhatian utama dalam proses pembenahan kawasan.
Pembenahan akan dilakukan pada sejumlah aspek, mulai dari kebersihan hingga penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Penggantian perahu bermesin konvensional dengan perahu listrik menjadi salah satu langkah konkret yang direncanakan.
"Ya karena meskipun ramai dikunjungi tempatnya masih asri dan tempatnya bisa dipoles dari sisi kebersihan, penggunaan perahu listrik hingga kompor-kompor yang digunakan pun pakai listrik," ucapnya.
Kolaborasi Lintas Sektor Menjadi Kunci Keberhasilan
Transformasi Green Canyon menuju destinasi kelas dunia tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Dadan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha wisata, dan masyarakat lokal agar pembangunan berjalan berkelanjutan.
Keterlibatan masyarakat menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan kawasan. Selain memberikan dampak ekonomi, keterlibatan warga lokal diharapkan menciptakan rasa memiliki sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga dalam jangka panjang.
Dengan kombinasi potensi alam yang kuat dan komitmen pengelolaan yang lebih ramah lingkungan, Green Canyon diharapkan mampu menjadi contoh nyata destinasi wisata dunia yang tidak hanya indah, tetapi juga bertanggung jawab terhadap ekosistemnya.