Pencarian

Harga Emas Dunia Berpotensi Koreksi Setelah Reli Dua Bulan, Dupoin Futures Sebut Sinyal Teknikal Mulai Melemah

Kamis, 20 Agustus 2026 • 22:06:01 WIB
Harga Emas Dunia Berpotensi Koreksi Setelah Reli Dua Bulan, Dupoin Futures Sebut Sinyal Teknikal Mulai Melemah
Harga emas dunia menunjukkan potensi koreksi setelah gagal bertahan di atas level resistance 4.433.

JAKARTA — Peluang koreksi harga emas dunia (XAUUSD) mulai terbuka setelah momentum bullish kehilangan tenaga di area resistance penting. Berdasarkan kajian teknikal Dupoin Futures pada time frame H4, harga gagal bertahan di atas level resistance 4.433 setelah sempat menembusnya, sebuah pola yang kerap diartikan sebagai melemahnya tekanan beli.

Kegagalan tersebut membuka peluang terbentuknya pola Double Top, yakni sinyal pembalikan arah ketika harga dua kali gagal melewati level puncak yang sama. Jika pola ini terkonfirmasi, dominasi buyer diprediksi semakin berkurang dan potensi koreksi semakin besar.

Indikator Stochastic Dukung Skenario Pelemahan

Selain pola harga, indikator Stochastic juga memberikan sinyal bearish divergence. Kondisi ini terjadi ketika harga masih berada di area tinggi, tetapi momentum pada indikator justru mulai menurun. Perbedaan arah antara harga dan indikator tersebut umumnya menjadi tanda bahwa tren naik mulai kehilangan kekuatan.

Dengan mempertimbangkan sinyal-sinyal tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpeluang bergerak turun menuju area support 4.359 hingga 4.313. Zona ini dipandang sebagai area penting yang berpotensi menjadi tempat munculnya kembali minat beli apabila tekanan jual mulai mereda.

Pelemahan Teknikal, Bukan Perubahan Tren Utama

Kendati peluang koreksi terbuka, Dupoin Futures menilai pelemahan yang berpotensi terjadi masih bersifat teknikal dan belum menjadi sinyal perubahan tren utama. Koreksi seperti ini merupakan bagian yang wajar setelah harga mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Selama tidak terjadi perubahan besar pada sentimen pasar maupun struktur teknikal jangka menengah, peluang tren bullish untuk kembali berlanjut masih tetap ada. Harga emas saat ini tercatat masih berada di level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir.

Faktor Fundamental Masih Mendukung

Dari sisi fundamental, prospek harga emas masih memperoleh dukungan dari perkembangan ekonomi global. Data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang dirilis sesuai ekspektasi pasar mengurangi kekhawatiran bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Berkurangnya ekspektasi pengetatan kebijakan moneter menjadi kabar baik bagi emas karena dapat mengurangi tekanan terhadap aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Kondisi geopolitik juga masih menjadi pendorong utama permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian yang berkaitan dengan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia, masih menjadi perhatian investor internasional. Risiko terhadap kelancaran distribusi energi global membuat sebagian pelaku pasar tetap memilih menempatkan dana pada instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk emas.

Fokus Pasar: Kebijakan The Fed dan Dolar AS

Ke depan, perhatian pasar diperkirakan masih akan tertuju pada perkembangan kebijakan The Fed, arah pergerakan dolar AS, serta dinamika geopolitik global. Ketiga faktor tersebut diperkirakan akan menjadi penentu utama apakah koreksi yang terjadi hanya bersifat sementara atau berkembang menjadi pelemahan yang lebih dalam.

Perubahan pada imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga tetap menjadi indikator penting yang perlu dicermati pelaku pasar. Pelaku pasar disarankan untuk memperhatikan respons harga ketika memasuki area support tersebut sebelum menentukan strategi transaksi berikutnya.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabarbicara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks