JAWA BARAT — Ratusan kontraktor dan penyedia jasa listrik di Jawa Timur menjalani proses verifikasi ketat. PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menggelar Apel Gelar Peralatan dan Personel Kontrak Harga Satuan Jasa (KHS) Konstruksi Tahun 2026 di Surabaya, Senin (15/4).
Pemeriksaan ini mencakup kelengkapan personel, kondisi kendaraan operasional, hingga kepatuhan terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sebanyak 135 mitra dari lima zona kerja di Jawa Timur turut serta dalam proses yang dinilai oleh Tim Penilai Terpadu.
Bukan Sekadar Seremoni, Ini Syarat Lolos Tender
Ahmad Mustaqir menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas. “Keberhasilan pembangunan dan pemeliharaan jaringan listrik sangat ditentukan oleh kompetensi, profesionalisme, dan komitmen mitra kerja terhadap kualitas pekerjaan maupun keselamatan kerja,” ujarnya.
Proses ini menjadi salah satu tahapan krusial dalam evaluasi pengadaan pekerjaan pemasangan, pembongkaran, dan pengadaan material infrastruktur kelistrikan. PLN memastikan seleksi berjalan objektif dan transparan untuk mendapatkan mitra yang benar-benar siap secara teknis dan operasional.
Prioritas Utama: Nyawa Pekerja dan Keandalan Listrik
Selain kesiapan teknis, aspek K3 menjadi sorotan utama. PLN menempatkan target zero accident sebagai prioritas dalam setiap proyek konstruksi dan pemeliharaan jaringan.
“PLN memastikan proses seleksi mitra kerja dilakukan secara ketat, objektif, dan transparan untuk memperoleh mitra yang benar-benar siap mendukung operasional ketenagalistrikan,” kata Ahmad. Kesiapan peralatan, kelengkapan personel, serta kepatuhan terhadap standar K3 menjadi indikator penilaian yang tidak bisa ditawar.
Dampak Langsung bagi Pelanggan di 38 Kabupaten/Kota
Langkah ini berdampak langsung pada kualitas layanan PLN kepada masyarakat Jawa Timur. Dengan mitra kerja yang kompeten dan peralatan yang prima, risiko gangguan listrik akibat pekerjaan konstruksi atau pemeliharaan bisa ditekan.
Wilayah kerja PLN UID Jawa Timur mencakup 38 kabupaten dan kota. Keandalan jaringan distribusi di daerah-daerah ini sangat bergantung pada kualitas proyek yang dikerjakan oleh para mitra yang telah lolos verifikasi.
Dengan proses seleksi yang ketat ini, PLN optimistis seluruh pekerjaan konstruksi dan pemeliharaan jaringan di Jawa Timur pada 2026 dapat berjalan aman, berkualitas, dan sesuai target keandalan pasokan listrik.