JAWA BARAT — KAI tidak lagi bergantung pada pendapatan tiket. Melalui unit Mobility Media, perusahaan pelat merah ini menawarkan ruang promosi di titik-titik strategis yang dilalui penumpang: dinding stasiun, eskalator, hingga panel informasi di dalam kereta.
Jangkauan ke Jutaan Penumpang
Volume penumpang KAI mencapai puluhan juta orang setiap tahun. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengiklan. Mobility Media menyediakan beragam format, mulai dari digital signage, poster statis, hingga video branding di area tunggu dan peron.
Direksi KAI menilai aset ini belum digarap maksimal. "Kami ingin mengajak mitra bersama-sama mengembangkan ekosistem periklanan yang terintegrasi dengan layanan kereta api," demikian pernyataan manajemen dalam keterangan resmi.
Lebih dari Sekadar Papan Iklan
Yang membedakan Mobility Media milik KAI dengan media luar ruang konvensional adalah konteksnya. Penumpang yang menunggu jadwal keberangkatan atau selama dalam perjalanan cenderung memiliki lebih banyak waktu untuk memperhatikan konten yang ditampilkan.
KAI menyebutkan, kolaborasi ini bisa mencakup perusahaan dari berbagai sektor: ritel, properti, hingga perbankan. Perseroan juga membuka peluang kerja sama jangka panjang dengan model bagi hasil atau sewa ruang.
Target ke Depan
Langkah ini sejalan dengan upaya KAI mendiversifikasi pendapatan di tengah tekanan biaya operasional yang terus naik. Mobility Media diharapkan menjadi kontributor laba yang signifikan.
Manajemen belum merinci target pendapatan spesifik dari lini bisnis ini. Namun, dengan jaringan yang membentang dari Sumatera hingga Jawa, potensi monetisasi ruang publik KAI dinilai masih sangat besar untuk digarap.