Pencarian

VinFast VF MPV 7 Rakitan Subang Tembus TKDN 40 Persen, Harga Mulai Rp 345 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 • 09:12:31 WIB
VinFast VF MPV 7 Rakitan Subang Tembus TKDN 40 Persen, Harga Mulai Rp 345 Juta
VinFast mulai merakit VF MPV 7 di Subang dengan TKDN mencapai 40 persen.

JAWA BARAT — Pabrikan asal Vietnam itu merakit sendiri VF MPV 7 di Subang sejak awal 2026. Sebelumnya, model yang sama diperkenalkan di IIMS 2026 dalam status impor utuh dari Vietnam. Kini, statusnya berganti menjadi rakitan lokal tanpa perubahan harga.

“Kami sepenuhnya mematuhi persyaratan pemerintah terkait TKDN, yaitu minimal 40 persen. Ini telah kami penuhi melalui partisipasi dalam program BEV tahun lalu,” ujar Kariyanto di Jakarta Barat, Rabu (20/5).

Harga Varian Baterai dan Tanpa Baterai

VinFast menawarkan dua skema pembelian untuk VF MPV 7. Konsumen bisa memilih unit dengan paket baterai atau tanpa baterai untuk menekan harga awal.

  • Dengan baterai: Rp 420 jutaan (OTR Jakarta)
  • Tanpa baterai: Rp 345 jutaan (OTR Jakarta)

Skema sewa baterai memungkinkan harga masuk lebih rendah, mirip model bisnis yang sudah diterapkan beberapa pabrikan listrik lain di Indonesia.

Fitur Tambahan untuk Versi Lokal

Menariknya, VinFast tidak sekadar merakit ulang. Versi lokal VF MPV 7 justru mendapat peningkatan fitur yang tidak ada pada unit impor sebelumnya.

  • Konektivitas Android Auto dan Apple CarPlay
  • Kamera 360 derajat
  • Reflectable mirror
  • Roof bar ekstra

Penambahan ini menjawab kebutuhan konsumen Indonesia yang kerap mengeluhkan minimnya fitur hiburan dan keselamatan di versi awal.

Komitmen Naikkan Kandungan Lokal Bertahap

Kariyanto menegaskan capaian TKDN 40 persen bukanlah garis finis. Perusahaan berencana terus meningkatkan persentase komponen lokal seiring program pemerintah.

“Tentu saja, kami akan terus meningkatkan kandungan lokal ke depannya, sejalan dengan program pemerintah yang mendorong peningkatan konten lokal,” tambahnya.

Langkah ini sekaligus memperkuat posisi pabrik Subang sebagai pusat produksi strategis VinFast di Asia Tenggara. Dampaknya tidak hanya pada rantai pasok, tetapi juga transfer teknologi dan penciptaan lapangan kerja baru.

Dampak bagi Industri Komponen Lokal

Keputusan VinFast memenuhi TKDN sejak awal memberikan sinyal positif bagi pemasok lokal. Produsen komponen dalam negeri terdorong untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas produk agar bisa masuk rantai pasok global.

Pasar mobil listrik Indonesia sendiri terus tumbuh berkat insentif pemerintah dan kesadaran masyarakat akan kendaraan ramah lingkungan. Kehadiran VinFast dengan produk lokal yang kompetitif di harga Rp 300–400 jutaan berpotensi mempercepat adopsi kendaraan listrik di segmen keluarga.

Bagikan
Sumber: tandaseru.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks