JAWA BARAT — Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menyebut pola bencana banjir yang terus berulang di kota itu sebagai alarm serius. Dalam sambutan tertulis pada peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2026 yang diterima detikSumut, Minggu (7/6/2026), ia mengingatkan bahwa banjir besar pada November 2024 dan 2025 terjadi di tanggal yang sama, yakni 27 November.
"Di tahun 2026 ini, bukan tidak mungkin hal itu terulang jika kita tidak bersiap dan berbenah dari sekarang," kata Zakiyuddin.
Dua Sumber Masalah: Hulu Rusak dan Sampah Warga
Zakiyuddin menyoroti dua faktor utama penyebab banjir di Medan. Pertama, kerusakan lingkungan di daerah hulu yang memicu banjir kiriman. Kedua, kebiasaan buruk warga yang masih membuang sampah sembarangan ke parit dan sungai.
"Sampai hari ini, setiap malam saya melihat orang-orang masih membuang sampah sembarangan," ujarnya. Ia meminta camat, lurah, kepling, dan petugas P3SU untuk fokus membersihkan saluran air serta memangkas dahan pohon rawan tumbang.
Gotong Royong Massal: 19 Ribu Peserta, 28 Ton Sampah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi Marlabayana, melaporkan rangkaian kegiatan HLH 2026 telah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir. Puncaknya adalah aksi gotong royong massal di bantaran Sungai Babura yang melibatkan 19 ribu peserta.
"Berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 28 ton selama pelaksanaan gotong royong," jelas Melvi. Sebelumnya, dinas juga melakukan penanaman 1.383 bibit pohon dan kampanye pengelolaan sampah di titik-titik rawan.
Sosialisasi Sekolah hingga Ancaman Berulang
Sepanjang Juni 2026, Dinas Lingkungan Hidup akan menggencarkan sosialisasi program Adiwiyata ke sekolah-sekolah. "Program ini mendorong agar sekolah berperan aktif terhadap pelestarian lingkungan hidup," tutup Melvi.
Di sisi lain, Zakiyuddin menegaskan bahwa edukasi semata tidak cukup tanpa pengawasan ketat. "Tolong Lurah dan Kepling ingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya," katanya. Ia mengingatkan bahwa banjir kini datang dari arah yang tidak bisa diprediksi karena banyak lingkungan telah dirusak oleh tangan manusia sendiri.