Pembina Jurnalistik SMK Yadika Soreang Sebut Program Naraksi VISI.NEWS Datang Saat Regenerasi Anggota Ekstrakurikuler

Penulis: Wendra Kusuma  •  Sabtu, 26 September 2026 | 12:16:01 WIB
Pembina ekstrakurikuler Jurnalistik Mata Muda SMK Yadika Soreang, Nuha Cikal Azizah, memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (25/9/2026).

SOREANG — Pembina ekstrakurikuler Jurnalistik Mata Muda SMK Yadika Soreang, Nuha Cikal Azizah, menyatakan pelatihan jurnalistik Naraksi VISI.NEWS bermula dari rencana sharing session yang sudah lama ingin digelar bersama VISI.NEWS. Rencana itu kemudian bertemu dengan program Naraksi yang tengah berjalan.

Nuha mengaku tidak berpikir panjang saat mendapat tawaran tersebut. Baginya, kesempatan itu terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja oleh anggota ekstrakurikuler jurnalistik yang sedang menyiapkan regenerasi kepengurusan.

"Untuk awalnya itu asalnya mau sharing session ngondek Visinus. Ternyata alhamdulillah itu lagi ada program si Naraksi ini kebetulan banget gitu. Saya pas ditawarin langsung, ayo," ujar Nuha kepada wartawan, Jumat (25/9/2026).

Bertepatan dengan Proses Regenerasi Anggota Jurnalistik

Menurut Nuha, kegiatan Naraksi datang di waktu yang tepat karena ekstrakurikuler Jurnalistik Mata Muda tengah menjalani proses regenerasi anggota. Pengukuhan anggota jurnalistik biasanya dilaksanakan pada akhir tahun ajaran dan disertai pergantian kepengurusan.

Momentum pengukuhan itu sekaligus menandai berakhirnya masa kepengurusan siswa kelas 12 yang sebelumnya aktif dalam kegiatan peliputan sekolah. Kini estafet kepengurusan dipegang anggota yang lebih junior.

"Karena kan anak-anak itu biasanya di jurnalis itu ada pengukuhan. Dan pengukuhan itu biasanya dilaksanakan di akhir tahun ajaran. Dan ya ada pemacarian gitu. Bener-bener dikukuhkan sebagai jurnalis gitu," kata Nuha.

Pembagian Peran Fotografer hingga Pencari Sumber Informasi

Dalam kegiatan peliputan di sekolah, Jurnalistik Mata Muda menerapkan pembagian tugas kepada anggota dalam kelompok. Setiap kelompok memiliki peran masing-masing, mulai dari fotografer, videografer, pewawancara, hingga pencari sumber informasi.

Nuha menyebut pembagian kelompok itu bukan hal baru bagi anggotanya. Latihan serupa sudah pernah dilakukan sebelum pelatihan Naraksi digelar, sehingga anggota cukup familiar dengan alur kerja redaksi sederhana.

"Untuk kegiatannya kita kebetulan yang kayak tadi pembagian kelompok. Nah itu sebenarnya udah kita latihan tuh pernah pembagian kelompok. Fotografernya siapa, videografernya siapa. Yang jadi wawancara siapa, nyari-nari sumber pernah," ucapnya.

Pelatihan Naraksi VISI.NEWS di SMK Yadika Soreang menjadi salah satu kegiatan yang menyasar ekstrakurikuler jurnalistik sekolah di Kabupaten Bandung. Materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan dasar anggota dalam melakukan peliputan dan penulisan berita di lingkungan sekolah.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: visi.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top