Pemkab Bogor Targetkan Flyover Bomang Rp 150 Miliar Tersambung ke Tegar Beriman pada 2027

Penulis: Zaki Mubarak  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:21:31 WIB
Flyover Bomang ditargetkan terhubung dengan Jalan Tegar Beriman pada 2027 dengan anggaran hampir Rp 150 miliar.

CIBINONG — Pemkab Bogor memastikan Flyover Bomang menjadi prioritas utama dalam rencana pembangunan infrastruktur strategis daerah. Jembatan layang ini nantinya menyambungkan Jalan Tegar Beriman dengan simpang empat Bomang yang selama ini terpotong jalur kereta api KRL rute Bogor-Jakarta.

Rudy Susmanto menyebut proyek ini bukan sekadar infrastruktur penghubung, melainkan katalis pertumbuhan ekonomi di sisi barat Cibinong. "Tahun 2027, Flyover Bomang akan mulai dibangun sehingga terhubung sampai simpang empat Bomang," ujarnya, Sabtu (22/8/2026).

Berdasarkan dokumen detail engineering design (DED), kebutuhan anggaran pembangunan flyover ini mencapai hampir Rp 150 miliar. Sebelum konstruksi dimulai, pemerintah daerah harus merampungkan sejumlah tahapan administratif yang menjadi kewenangan mereka.

Lahan dan Tender Dini Jadi Kunci Percepatan Proyek

Tahapan penetapan lokasi, appraisal, hingga pembebasan lahan akan menjadi pekerjaan rumah pertama yang harus diselesaikan Pemkab Bogor. Untuk memastikan proyek berjalan sesuai jadwal, Flyover Bomang masuk dalam daftar sekitar 10 pekerjaan strategis yang akan dilelang lebih awal.

"Ada sekitar 10 pekerjaan yang akan kita lakukan tender dini pada tahun ini untuk pelaksanaan tahun anggaran 2027," kata Rudy. Langkah ini ditempuh agar kontraktor sudah bisa bergerak cepat begitu tahun anggaran baru dimulai.

Dua Jembatan Strategis Dibangun Lebih Dulu di Ruas Bomang

Sebelum flyover berdiri, Pemkab Bogor menargetkan dua jembatan penting di ruas yang sama rampung terlebih dahulu. Jembatan Sitanggerang direncanakan menjadi jembatan terpanjang di jalur tersebut, sementara Jembatan Pesanggrahan disiapkan untuk memperkuat konektivitas menuju kawasan pembangunan flyover.

Kedua jembatan ini menjadi fondasi utama agar jaringan jalan dari Bojonggede, Kemang, hingga Parung bisa langsung mengarah ke Cibinong tanpa hambatan.

Alternatif Baru Pengganti Tol BORR dan Sentul

Rudy menjelaskan, dampak terbesar dari tersambungnya jaringan ini adalah munculnya rute alternatif bagi warga. Masyarakat dari Bojonggede, Kemang, dan Parung tidak perlu lagi memutar melalui Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) maupun akses Sentul untuk mencapai pusat pemerintahan.

Jarak tempuh yang lebih pendek ini diharapkan memangkas waktu perjalanan harian warga yang bekerja atau beraktivitas di Cibinong.

Penataan PKL dan Rencana Pasar Ikan di Parung

Setelah konektivitas terbuka, Pemkab Bogor berencana melanjutkan penataan kawasan Parung. Fokus utama adalah penataan pedagang kaki lima (PKL) dengan menyediakan lokasi relokasi yang layak agar aktivitas ekonomi yang sudah berjalan tidak terganggu.

Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan sekitar dua hektare di sekitar pasar sebagai alternatif lokasi penataan. Lahan tersebut juga direncanakan menjadi lokasi pembangunan pasar ikan yang terintegrasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

"Kami tidak ingin niat baik pemerintah membangun justru mematikan usaha yang sudah ada. Semua harus ditata bersama agar berdampak positif bagi ekonomi masyarakat," tegas Rudy.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: bogor-kita.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top