JAWA BARAT — Jakarta, TELISIK.ID — iQOO, sub-brand vivo yang fokus pada performa gaming, memperkenalkan iQOO X secara internal sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-10 merek tersebut. Perusahaan bahkan menghadirkan prototipe fisik dalam warna hitam dan putih agar desain serta strukturnya bisa dilihat langsung. Namun perlu ditegaskan sejak awal: ini bukan produk siap jual, melainkan etalase teknologi yang akan diterapkan bertahap di generasi flagship mendatang.
Highlight terbesar iQOO X ada pada baterai solid-state 15.000 mAh yang mereka sebut Blue Ice Battery. Kapasitas ini lebih besar dari ponsel mana pun di pasaran saat ini, bahkan melebihi beberapa tablet. Teknologi solid-state sendiri masih sangat eksperimental untuk smartphone, dan belum ada pabrikan yang berani membawanya ke produk komersial karena tantangan produksi massal dan biaya.
Pertanyaan besarnya bukan cuma soal kapasitas, tapi bagaimana iQOO mengelola panas dan ketebalan perangkat. Baterai sebesar ini biasanya berdampak pada bobot dan dimensi—dua hal yang sering dikorbankan demi daya tahan ekstrem.
Selain baterai raksasa, iQOO X mengandalkan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 10 Pro yang dipadukan dengan chip e-sports buatan sendiri bernama QX. Konfigurasi memorinya bervariasi dari 12 GB hingga 24 GB RAM, dengan penyimpanan internal 512 GB hingga 1 TB.
Layarnya menggunakan panel LTPO 6.0 berukuran 7 inci dengan resolusi 2K+, refresh rate hingga 240 Hz, dan desain true full-screen tanpa punch-hole. iQOO juga menyematkan sampling rate 4.800 Hz untuk respons sentuhan super cepat, AI dynamic partition refresh, serta sensor sidik jari ultrasonik half-screen.
Untuk kamera, setup-nya triple high-resolution:
Resolusi 200 MP ganda di kamera utama dan telefoto adalah sesuatu yang belum pernah ada di ponsel komersial. Namun perlu diingat, megapixel tinggi tidak otomatis menjamin kualitas foto—pemrosesan sinyal dan ukuran sensor justru lebih menentukan.
iQOO membagikan kisaran harga hipotetis sebagai gambaran posisi produk, bukan indikasi ketersediaan:
Angka-angka ini hanya untuk menunjukkan bahwa iQOO X diposisikan di segmen ultra-premium, sejajar dengan kompetitor flagship lipat atau ponsel gaming khusus. Tapi karena statusnya konsep, tidak ada mekanisme pembelian resmi—jadi jangan sampai tergiur menabung untuk perangkat ini.
Kabar baiknya, teknologi yang dipamerkan di iQOO X kemungkinan akan diterapkan secara bertahap di generasi flagship mendatang. Baterai solid-state, chip e-sports QX, dan layar dengan sampling rate ekstrem adalah arah yang sedang dikejar industri.
Bagi penggemar iQOO yang ingin upgrade dalam waktu dekat, peluncuran model reguler terbaru tetap menjadi pilihan yang lebih realistis. iQOO X adalah penanda arah, bukan produk yang bisa Anda genggam tahun ini—dan itu perlu ditegaskan agar ekspektasi tidak keliru.