Danone AQUA Tanggamus Angkat Petani Lulusan Paket C Jadi Supervisor, Satu Dekade Mengabdi

Penulis: Valdi Pratama  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:18:01 WIB
Yopanda, mantan petani lulusan Program Paket C, kini menjabat sebagai supervisor di Pabrik AQUA Tanggamus, Lampung, setelah mengabdi selama satu dekade.

JAWA BARAT — Kisah Yopanda mematahkan asumsi bahwa pekerja industri harus berasal dari lulusan sekolah kejuruan atau universitas. Berawal dari profesi sebagai petani tanpa ijazah setara SMA, ia memutuskan menempuh jalur nonformal lewat Program Paket C. Keinginannya sederhana: menguasai komputer dan membuka pintu menuju dunia kerja yang lebih baik.

Keputusan itu mengubah hidupnya. Kini, Yopanda tercatat sebagai supervisor di Pabrik AQUA Tanggamus, Lampung, setelah menjalani proses belajar sambil bekerja selama bertahun-tahun. Perjalanannya dari ladang ke lantai produksi menjadi cermin bagaimana kesempatan berkembang bisa hadir bagi siapa saja, tanpa memandang usia ataupun latar belakang pendidikan.

Membangun Pabrik, Membangun Manusia

Sejak awal beroperasi pada April 2016, Pabrik AQUA Tanggamus memilih strategi yang berbeda dari kebanyakan perusahaan industri pada umumnya. Alih-alih mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah, perusahaan justru memprioritaskan warga sekitar sebagai tulang punggung operasionalnya.

Mayoritas warga yang direkrut sebelumnya menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan pekerjaan informal. Mereka kemudian dibekali pelatihan yang dirancang khusus, mulai dari dasar-dasar keselamatan kerja hingga keterampilan teknis di lini produksi. Pendekatan ini bertujuan membuka akses setara terhadap keterampilan dan pendidikan bagi masyarakat di sekitar pabrik.

"Bagi kami, membangun pabrik berarti juga membangun masyarakat di sekitarnya. Karena itu, sejak awal kami berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia lokal, dan hari ini mayoritas karyawan kami adalah putra-putri daerah yang tumbuh bersama Pabrik AQUA Tanggamus," ujar Teguh Santoso, Kepala Pabrik AQUA Tanggamus.

Satu Dekade Transformasi Karier

Perjalanan Yopanda tidak instan. Ia memulai dari posisi terendah, belajar tentang dunia manufaktur yang sebelumnya asing baginya. Pelatihan demi pelatihan dijalani, termasuk kursus komputer yang menjadi gerbangnya untuk memahami sistem kerja modern di industri.

Kesempatan yang diberikan perusahaan tanpa memandang latar belakang pendidikan maupun usia menjadi faktor kunci. Yopanda membuktikan bahwa tekad belajar dan konsistensi bekerja mampu mengantarkannya ke posisi supervisor—sebuah pencapaian yang mungkin tak pernah ia bayangkan saat masih bekerja di sawah.

Kisah ini juga selaras dengan semangat kemerdekaan Indonesia yang ke-81: kesempatan yang semakin terbuka bagi siapa saja untuk tumbuh dan mandiri. Di tangan Danone AQUA, investasi pada manusia lokal bukan sekadar program tanggung jawab sosial, melainkan strategi jangka panjang yang menguntungkan kedua belah pihak.

Hingga kini, mayoritas karyawan Pabrik AQUA Tanggamus merupakan putra-putri daerah yang tumbuh dan berkembang bersama perusahaan. Mereka tidak hanya mendapatkan penghasilan tetap, tetapi juga keterampilan yang bisa menjadi modal berharga untuk masa depan.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top