Pencarian

Keandalan Listrik PLN UID Jabar Perkuat Daya Saing Daerah

Kamis, 01 Oktober 2026 • 19:55:43 WIB
Keandalan Listrik PLN UID Jabar Perkuat Daya Saing Daerah
Keandalan listrik PLN UID Jabar dinilai mendukung daya saing daerah, produktivitas usaha, perkembangan industri (Foto: NET)

BANDUNG — Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bonti Wiradinata menilai keandalan pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing daerah dan mendukung iklim investasi.

Menurut Bonti, bagi dunia usaha, persoalan kelistrikan tidak berhenti pada ada atau tidaknya pasokan. Pelaku usaha membutuhkan listrik yang andal dan sesuai dengan kebutuhan kegiatan ekonomi. “Listrik bagi dunia usaha bukan hanya soal ada atau tidak ada saja, melainkan soal andal atau tidaknya listrik tersebut,” kata Bonti.

Menurutnya, listrik telah menjadi bagian dari berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari industri dan UMKM hingga rumah sakit, pusat data, pertanian, dan perikanan.

Karakter kebutuhan tersebut berbeda di setiap sektor. Kawasan industri membutuhkan listrik untuk proses produksi, sektor pertanian memanfaatkannya untuk irigasi dan pengolahan hasil, sementara sektor perikanan membutuhkan listrik untuk fasilitas cold storage.

“Karena itu, keandalan listrik harus dilihat sebagai bagian dari infrastruktur ekonomi dan daya saing daerah dan negara,” ujarnya.

Bonti menilai perkembangan kebutuhan tersebut perlu diantisipasi melalui perencanaan kelistrikan jangka panjang. Menurutnya, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 memperhitungkan perkembangan sejumlah sektor strategis, termasuk kawasan industri, hilirisasi, pusat data, kendaraan listrik, dan berbagai proyek strategis lainnya.

Di tingkat daerah, kebutuhan tersebut kemudian perlu diterjemahkan melalui kesiapan sistem kelistrikan sesuai perkembangan pusat-pusat ekonomi.

Di Jawa Barat, salah satu gambaran kebutuhan tersebut terlihat dari dukungan PLN UID Jawa Barat terhadap pelanggan industri dengan kebutuhan daya besar. PLN menyuplai listrik sebesar 250 MVA kepada IKPP Karawang untuk mendukung ekspansi perusahaan.

Menurut Bonti, penyelarasan antara kebutuhan energi dan perkembangan ekonomi membutuhkan sinergi antara PLN, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha.

“Kalau semua data itu disatukan, kita bisa membangun listrik tepat kapasitas, tepat lokasi, dan tepat waktu,” ujar Bonti.

Menurutnya, perencanaan tersebut penting agar pembangunan infrastruktur tidak berjalan terpisah dari arah perkembangan ekonomi wilayah.

Ia juga menilai manfaat listrik perlu dilihat dari pemanfaatannya untuk kegiatan produktif.

“Pendekatannya perlu diubah dari ‘listrik masuk’ menjadi ‘listrik menghasilkan’,” katanya.

Ketika listrik digunakan untuk mendukung produksi, digitalisasi, pengolahan hasil usaha, dan penyimpanan produk, manfaatnya dapat berkembang menjadi peningkatan produktivitas dan nilai tambah.

Rantai tersebut kemudian dapat mendorong pertumbuhan usaha, investasi, pendapatan masyarakat, serta kesempatan kerja.

Dengan demikian, keandalan listrik menjadi bagian dari kesiapan daerah dalam mengembangkan aktivitas ekonomi dan menangkap peluang investasi yang muncul seiring pertumbuhan industri dan teknologi.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks