Dedi Mulyadi Pindahkan Upacara HUT RI ke-81 Jabar ke Halaman Gedung Sate, Ini Alasan dan Formasi Barunya

Penulis: Wendra Kusuma  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:00:02 WIB

BANDUNG — Upacara bendera yang biasanya digelar di Lapangan Gasibu, tahun ini akan mengambil tempat di halaman Gedung Sate. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan perubahan lokasi ini dirancang agar momen pengibaran Sang Merah Putih tertangkap kamera dengan latar lansekap Gedung Sate secara utuh.

"Ini menjadi yang pertama. Selama ini tempat upacara di Lapangan Gasibu. Saat bendera berkibar yang terekam di kamera muncul bangunan hotel bukan Gedung Sate. Nah nanti itu tidak akan terjadi lagi," kata Dedi di Bandung, Jumat.

Formasi Baru: Hanya TNI-Polri yang Berbaris, Masyarakat Boleh Duduk Santai

Selain memindahkan lokasi, Dedi Mulyadi merombak total formasi barisan peserta upacara. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, barisan utama upacara kali ini hanya diisi oleh personel TNI dan Polri.

Kebijakan ini diambil demi menjaga ketertiban, kedisiplinan, serta kesakralan prosesi. Sementara itu, jajaran Satpol PP dikhususkan untuk defile pasukan.

"Upacara diikuti oleh orang yang biasa upacara. Memiliki ketahanan fisik yang kuat. Kemudian memiliki kemampuan untuk tidak bicara selama upacara sehingga upacaranya bisa berjalan dengan tertib," ujarnya.

Warga Dipersilakan Menonton Langsung dari Halaman Gedung Sate

Para pegawai ASN dan pelajar tidak lagi dituntut berbaris dalam formasi formal. Sebaliknya, masyarakat umum justru diundang hadir secara terbuka untuk menonton dan duduk santai menyaksikan jalannya upacara di halaman Gedung Sate.

"Sementara masyarakat bisa duduk-duduk dengan santai untuk menikmati jalannya upacara bendera. Kita melaksanakan upacara secara terbuka di halaman Gedung Sate. Masyarakat silakan datang untuk menghadiri dan melihat upacaranya," tutur Dedi.

Revitalisasi Gedung Sate Tuntas, Cat Khusus Standar Museum Dipakai

Dari sisi infrastruktur, Dedi memastikan revitalisasi fisik lanskap dan bangunan Gedung Sate telah tuntas. Pengerjaan gerbang dan gapura utama ditargetkan rampung pada Minggu (16/8), sehari sebelum upacara digelar.

Pemugaran fisik cagar budaya ikonik Kota Bandung ini disebut dilakukan secara cermat berbasis regulasi pelestarian. Salah satunya dengan penggunaan formula cat khusus berstandar museum sesuai ketentuan Balai Pelestarian Cagar Budaya.

"Jadi sekarang menggunakan cat yang memiliki standar sesuai dengan ketentuan Balai Pelestarian Cagar Budaya," kata Dedi, merujuk pada tampilan anyar Gedung Sate yang kini tampak bercat putih terutama pada bagian pagar.

Kawasan Gedung Sate yang kini menyatu dengan Gasibu diharapkan menjadi ruang publik yang lebih representatif, tidak hanya untuk agenda seremonial, tetapi juga sebagai ikon wajah baru Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top