BEKASI — Pemkot Bekasi mulai merealisasikan rencana pengembangan Stadion Patriot Candrabhaga menjadi kawasan sport city. Pengumuman resmi pemilihan mitra kerja sama pemanfaatan barang milik daerah di stadion tersebut telah terbit, mengundang badan usaha untuk berpartisipasi.
Proses seleksi ini menggunakan skema kerja sama pemanfaatan, bukan penjualan aset. Panitia menegaskan sasaran peserta adalah badan usaha yang nantinya akan menjadi mitra resmi pemerintah daerah dalam mengelola venue kebanggaan warga Bekasi itu.
Hingga pengumuman terbit, panitia belum merinci sejumlah dokumen kunci seperti nilai kerja sama, jangka waktu kemitraan, hingga persyaratan teknis peserta. Informasi tersebut disebutkan akan tersedia dalam dokumen pengumuman terpisah yang ditautkan pada halaman resmi.
Artinya, nilai investasi maupun identitas calon mitra belum bisa dipastikan saat ini. Proses yang berjalan baru sebatas undangan partisipasi bagi badan usaha yang berminat mengelola stadion berkapasitas puluhan ribu penonton tersebut.
Pembukaan seleksi ini muncul kurang dari sebulan setelah Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan wacana pengelolaan stadion yang lebih profesional. Pada 16 Juli 2026, Pemkot menyatakan tengah menyiapkan kerja sama dengan pihak ketiga yang berpengalaman mengelola venue.
Konsep yang digaungkan adalah menjadikan Stadion Patriot Candrabhaga sebagai pusat sport tourism. Pemkot menargetkan stadion tidak hanya ramai saat ada pertandingan sepak bola, tetapi juga dapat menggelar konser, festival, pameran, hingga agenda olahraga lain sepanjang tahun.
Pengembangan stadion juga dikaitkan dengan fasilitas olahraga lain di sekitarnya. Pemkot ingin membentuk kawasan olahraga terpadu yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, baik pertandingan maupun nonpertandingan.
Rencana ini diyakini bakal mendatangkan dampak ekonomi bagi warga sekitar. Namun, pernyataan tersebut masih merupakan target dan pandangan Pemkot, belum menjadi hasil yang terealisasi.
Pengumuman 12 Agustus menjadi langkah konkret pertama dari rencana besar tersebut. Identitas badan usaha yang mendaftar, bentuk pemanfaatan yang disepakati, serta mitra yang akhirnya terpilih masih menunggu tahapan resmi berikutnya dari panitia.