BANDUNG — Akselerasi pembangunan manusia di Jawa Barat tercatat paling cepat secara nasional sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat merilis IPM yang mencapai 75,90, atau meningkat signifikan 0,98 poin dari capaian tahun sebelumnya.
Kenaikan ini bukan sekadar angka statistik. Dengan populasi lebih dari 51 juta jiwa, setiap pergerakan IPM di Jawa Barat berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat dalam skala besar.
"Kalau kita melihat IPM secara level, Jawa Barat memang masih berada pada posisi ke-15 di antara 38 provinsi di Indonesia. Namun, kalau kita melihat perubahan dari tahun ke tahun, Jawa Barat justru menunjukkan akselerasi pembangunan manusia yang paling tinggi," ujar Margaretha di Bandung, Senin (10/8/2026).
IPM mengukur pembangunan dari tiga dimensi utama: kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Pada dimensi kesehatan, Umur Harapan Hidup (UHH) warga Jawa Barat bertambah 0,37 tahun menjadi 75,53 tahun pada 2025.
Dimensi pendidikan juga mencatat kemajuan. Harapan Lama Sekolah (HLS) meningkat dari 12,80 tahun menjadi 13,02 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah (RLS) naik dari 8,87 tahun menjadi 9,14 tahun. Artinya, anak-anak di Jawa Barat kini punya peluang lebih panjang untuk menempuh pendidikan, dan penduduk dewasa rata-rata bersekolah hampir mencapai jenjang SMA.
Dimensi standar hidup layak yang diukur melalui pengeluaran per kapita yang disesuaikan juga mengalami kenaikan. Angkanya naik sekitar Rp 290 ribu, dari Rp 12,16 juta menjadi Rp 12,45 juta per tahun.
Kenaikan pada tiga dimensi tersebut menunjukkan perbaikan pembangunan manusia di Jawa Barat terjadi secara menyeluruh, bukan hanya di satu sektor. Margaretha menegaskan bahwa pertumbuhan ini merupakan sinyal momentum yang kuat bagi provinsi dengan penduduk terbesar di Indonesia.
"Jawa Barat bukan hanya sedang meningkatkan IPM, tetapi sedang berusaha memperbaiki kualitas lebih dari 51 juta penduduknya," pungkasnya.
Meski mencatat pertumbuhan tercepat, Jawa Barat masih menghadapi pekerjaan rumah besar. Dengan skor 75,90, posisi Jawa Barat di peringkat ke-15 masih di bawah sejumlah provinsi lain yang memiliki skor IPM lebih tinggi.
Kondisi ini menunjukkan perbedaan antara kecepatan pertumbuhan dan posisi capaian. Namun, peningkatan 0,98 poin dalam satu tahun menjadi modal penting untuk terus mengejar ketertinggalan di tahun-tahun mendatang.