BOGOR — Dua guru asal Kota Bogor berhasil menembus seleksi nasional program pelatihan internasional APEX 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Keduanya akan bergabung bersama 48 pendidik lainnya dari berbagai daerah di Indonesia dalam pelatihan yang berlangsung pada 2–7 Agustus 2026.
Program yang digelar di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Depok, ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Korea Selatan melalui Institute of APEC Collaborative Education (iACE).
Seleksi program ini berlangsung sangat ketat. Dari total 3.288 pendaftar se-Indonesia, panitia hanya meloloskan 50 peserta terbaik untuk mengikuti pelatihan intensif selama enam hari.
Para peserta yang dinyatakan lulus kemudian dibagi ke dalam dua tingkatan kelas berdasarkan kapasitas dan pengalaman. Sebanyak 30 peserta ditempatkan di Kelas Basic, sementara 20 peserta lainnya masuk ke Kelas Advance.
Selama pelatihan, para guru mendalami berbagai metodologi pembelajaran digital berbasis teknologi tepat guna. Untuk Kelas Basic, materi difokuskan pada penguasaan unplugged computing, yakni pembelajaran konsep komputasi tanpa perangkat komputer.
Peserta juga mendapat pendalaman materi perancangan unit ajar berbasis kecerdasan buatan (AI) dan physical computing menggunakan perangkat micro:bit dan MakeCode. Selain itu, mereka dibekali keterampilan membuat media ajar interaktif dengan teknik vibe coding.
Terpilihnya dua guru Kota Bogor dalam ajang internasional ini menjadi indikator kualitas sumber daya manusia pendidikan di kota tersebut. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar mengajar di kelas.
Setelah mengikuti pelatihan, para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada rekan sejawat di sekolah maupun komunitas guru di daerahnya masing-masing.