Pedagang Bendera Musiman di Bandung Mulai Raup Rezeki Jelang HUT ke-81 RI, Omzet Capai Rp 100 Ribu Per Hari

Penulis: Uki Damayanti  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 23:19:31 WIB
Seorang pedagang musiman menunjukkan bendera merah putih di lapaknya di Jalan Ahmad Yani, Bandung, Kamis (30/7/2026).

BANDUNG — Suasana kemerdekaan mulai terasa di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung. Puluhan bendera merah putih, umbul-umbul, dan kain dekorasi berjejer di lapak pedagang musiman yang mangkal di sepanjang trotoar. Salah satunya milik Komara Maman, warga setempat yang sudah lebih dari satu dekade mengais rezeki dari momen Agustusan.

Pria 62 tahun itu mengaku seluruh dagangannya didatangkan langsung dari sentra produksi bendera di Leles, Kabupaten Garut. Meski belum memasuki puncak musim, ia bersyukur sudah ada pembeli yang datang setiap hari sejak pekan lalu.

"Udah lebih dari 15 tahun, tiap tahun aja jualan di sini. Barangnya belanja dari Leles, Garut. Sekarang mah belum ramai, tapi Alhamdulillah tiap hari juga ada yang belanja," kata Komara saat ditemui di lapaknya, Kamis (30/7/2026).

Harga Bendera Mulai Rp 20 Ribu, Keuntungan 50 Persen

Komara membanderol bendera ukuran kecil seharga Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu. Untuk ukuran lebih besar, harganya Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu, sedangkan bendera paling besar mencapai Rp 100 ribu. Umbul-umbul sepanjang dua meter dijual Rp 15 ribu.

Dalam sehari, rata-rata ia mampu menjual lima bendera berbagai ukuran. Di luar musim atribut kemerdekaan, Komara sehari-hari berjualan kaus kaki dan sol sepatu—usaha yang sudah ia lakoni lebih dari 20 tahun.

"Alhamdulillah keuntungannya separonya. Mudah-mudahan habis semuanya," pungkasnya.

Puncak Penjualan Diprediksi 10 Agustus, Pembeli Mulai Berdatangan

Menurut Komara, penjualan biasanya mulai meroket memasuki pertengahan Agustus, terutama sekitar tanggal 10. Saat itu, kata dia, masyarakat mulai memasang atribut kemerdekaan di lingkungan rumah maupun perkantoran. Stok pun kerap cepat habis.

"Ramainya biasanya mulai tanggal 10 Agustus. Saat itu pembeli sudah banyak dan stok mulai cepat habis," ucapnya.

Meski optimistis, Komara mengakui kondisi tahun ini belum sebaik tahun lalu. Jumlah pembeli pada periode yang sama masih lebih sedikit, meskipun beberapa hari terakhir mulai menunjukkan peningkatan. "Bagusan tahun kemarin. Tahun ini mah belum seramai dulu. Tapi minggu kemarin lumayan, umbul-umbul laku sampai dua kodi," tuturnya.

Pembeli Lebih Pilih Langsung ke Lapak daripada Online

Salah seorang pembeli, Andre (33), mengaku sengaja datang langsung ke lapak pedagang. Ia lebih yakin dengan kualitas dan ukuran bendera yang dijual dibandingkan membeli secara daring.

"Kalau beli di online memang kadang lebih murah, tapi sering tidak sesuai ukuran atau ekspektasi. Kalau datang langsung ke sini kan kita bisa lihat bahannya, ukurannya juga jelas, jadi lebih puas," ujar Andre.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: koranmandala.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top