1.000 Lubang Biopori Digali Warga Taman Persada Raya Bekasi, Wali Kota: Ini Contoh Nyata Hadapi Kemarau

Penulis: Uki Damayanti  •  Minggu, 26 Juli 2026 | 23:24:02 WIB
Warga RW 01 Perumahan Taman Persada Raya, Bekasi, menggali 1.000 lubang biopori secara gotong royong untuk menyerap air hujan dan memperkuat cadangan air tanah.

BEKASI — Warga RW 01 Perumahan Taman Persada Raya, Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, menggali 1.000 lubang biopori secara gotong royong pada Minggu (26/7/2026). Gerakan ini menargetkan setiap rumah memiliki empat lubang biopori untuk menyerap air hujan dan memperkuat cadangan air tanah saat musim kemarau. Inisiatif itu diluncurkan berbarengan dengan kick-off pertandingan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Program Bekasi Keren Lingkungan Hidup.

Target Empat Lubang Biopori per Rumah

Setiap rumah di lingkungan RW 01 diwajibkan memiliki minimal empat lubang biopori. Tujuannya meningkatkan daya serap air dan mengurangi dampak perubahan iklim. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebut langkah ini sebagai investasi lingkungan jangka panjang.

Bank Sampah dan Sumur Resapan Perkuat Konservasi

Tak hanya lubang biopori, warga juga aktif mengelola sampah melalui bank sampah. Dalam enam kali penimbangan, total sampah terkumpul mencapai 7,2 ton. Program ini didukung 85 nasabah aktif yang sukses mengumpulkan sekitar setengah kuintal minyak jelantah sebagai bagian dari ekonomi sirkular.

Kawasan itu juga dilengkapi sumur resapan sedalam 40 meter yang dipadukan dengan fasilitas pengolahan kompos dari sampah organik. Kombinasi biopori dan sumur resapan menjadi solusi efektif menjaga ketersediaan air tanah saat kemarau, kata Tri.

Apresiasi Wali Kota: Gotong Royong dari Tingkat Rumah Tangga

“Saya mengapresiasi inisiatif masyarakat Perumahan Taman Persada Raya yang menggagas gerakan 1.000 lubang biopori. Ini adalah contoh nyata bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dimulai dari tingkat rumah tangga dan dilakukan secara gotong royong,” ujar Tri Adhianto.

Ia menegaskan, langkah sederhana seperti membuat biopori, mengolah sampah organik menjadi kompos, dan mengaktifkan bank sampah merupakan investasi lingkungan yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. “Ketika musim kemarau datang, lingkungan tetap memiliki cadangan air karena air hujan yang turun dapat terserap ke dalam tanah. Dengan begitu, setiap rumah pada dasarnya ikut membangun cadangan air untuk lingkungannya sendiri,” tambahnya.

Olahraga dan Lingkungan Berpadu Semarakkan HUT RI

Dalam kesempatan yang sama, Tri Adhianto meresmikan dimulainya pertandingan olahraga untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ia meninjau fasilitas olahraga di perumahan tersebut. Harapannya, semangat olahraga, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan terus tumbuh bersama sehingga menciptakan kawasan yang bersih, sehat, nyaman, dan tangguh menghadapi perubahan iklim. “Program seperti ini sejalan dengan visi Kota Bekasi untuk membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan berketahanan terhadap perubahan iklim. Semoga gerakan ini menjadi inspirasi bagi lingkungan lain di Kota Bekasi,” tutupnya.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: rakyatjabarnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top