7 Air Terjun Cantik di Jawa Barat untuk Healing, Lengkap dengan Rute dan Tiket Masuk

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 19:09:01 WIB
Curug Cimahi menawarkan pesona air terjun setinggi 87 meter dengan akses mudah di perbatasan Bandung Barat dan Cimahi.

Bagi warga Jakarta, Bandung, dan sekitarnya, akhir pekan sering kali jadi momen untuk kabur sejenak. Macet dan polusi bikin kepala pusing, dan pemandangan air jatuh setinggi puluhan meter bisa jadi obat yang manjur. Saya sendiri sudah bolak-balik ke berbagai curug di Jawa Barat selama lima tahun terakhir, dan beberapa tempat ini selalu saya rekomendasikan untuk siapa pun yang butuh healing tanpa drama.

Dari curug yang aksesnya tinggal jalan kaki 10 menit sampai yang butuh trekking ringan di tengah hutan, berikut tujuh pilihan yang sudah saya uji langsung. Semua harga tiket dan kondisi jalur yang saya tulis berdasarkan kunjungan terakhir pada awal 2025.

1. Curug Cimahi – Megah dan Mudah Dijangkau

Berada di perbatasan Bandung Barat dan Cimahi, curug setinggi 87 meter ini jadi favorit karena aksesnya yang pendek. Dari area parkir, kamu cuma perlu jalan kaki sekitar 15 menit menyusuri jembatan besi dan tangga beton yang sudah diperbaiki.

Tiket masuk Rp25.000 per orang, parkir motor Rp5.000. Waktu terbaik datang pagi hari pukul 07.00–09.00, karena setelah itu pengunjung membludak. Saya sarankan bawa sandal gunung atau sepatu anti-slip—batu di sekitar kolam licin banget.

2. Curug Sawer – Teduh di Kaki Gunung Salak

Lokasinya di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Curug Sawer punya keunikan: airnya jatuh melewati tebing berlumut, menciptakan suasana hijau yang menyejukkan mata. Cocok buat kamu yang ingin duduk lama sambil dengerin suara air tanpa gangguan motor.

Tiket masuk Rp15.000, parkir Rp5.000. Dari pintu masuk, trekking sekitar 20 menit dengan jalur setapak yang sudah dipasangi paving block. Jangan lupa bawa bekal—warung di sekitar terbatas.

3. Curug Leuwi Hejo – Air Hijau Kebiruan yang Viral

Curug Leuwi Hejo di Sentul, Bogor, sempat viral karena warna airnya yang hijau tosca. Tinggi air terjun sekitar 15 meter, membentuk kolam alami yang cukup dalam—cocok untuk berenang. Tapi hati-hati, arus di bagian tengah lumayan deras.

Tiket masuk Rp30.000 di akhir pekan, Rp20.000 hari biasa. Jam buka 07.00–17.00. Akses dari parkir butuh waktu 30 menit jalan kaki menurun, jadi siapkan tenaga ekstra buat naik balik.

4. Curug Cilember – Tujuh Tingkat di Satu Kawasan

Terletak di kawasan Puncak, Bogor, Curug Cilember sebenarnya adalah kompleks tujuh air terjun berundak. Curug utama yang paling sering dikunjungi adalah tingkat ketujuh, dengan ketinggian sekitar 40 meter. Suasananya sejuk karena dikelilingi pohon pinus.

Tiket masuk Rp25.000, parkir Rp10.000. Dari pintu masuk, kamu bisa pilih trekking ringan 20 menit atau naik mobil wisata dengan biaya Rp15.000 per orang. Saya rekomendasikan jalan kaki—pemandangan di sepanjang jalur asyik buat foto.

5. Curug Orok – Tersembunyi di Balik Kebun Teh

Curug Orok di Garut ini masih jarang dikunjungi. Lokasinya persis di kawasan perkebunan teh Rancabali, aksesnya butuh mobil dengan ground clearance tinggi. Dari parkir, trekking sekitar 45 menit melewati kebun teh dan hutan sekunder.

Tiket masuk Rp20.000. Curug ini punya kolam dangkal yang aman buat anak-anak. Bawa air minum cukup—tidak ada warung di lokasi. Saya pernah ke sini saat musim hujan dan jalurnya becek parah, jadi hindari datang setelah hujan deras.

6. Curug Cikaso – Air Terjun Tiga Aliran di Sukabumi

Curug Cikaso di Desa Cibitung, Kecamatan Surade, Sukabumi, terkenal dengan tiga aliran air yang jatuh bersamaan dari tebing setinggi 80 meter. Pemandangannya spektakuler, apalagi saat musim kemarau airnya jernih kebiruan.

Tiket masuk Rp25.000, parkir Rp10.000. Dari parkiran, kamu harus naik perahu getek menyusuri sungai Cikaso selama 15 menit—biaya perahu Rp30.000 per orang pulang-pergi. Saya sarankan bawa kamera waterproof, karena percikan air di perahu cukup basah.

7. Curug Cijalu – Tenang dan Sepi di Kuningan

Curug Cijalu di Desa Cipasung, Kecamatan Cilimus, Kuningan, adalah pilihan buat kamu yang ingin benar-benar sunyi. Tinggi curug sekitar 30 meter, airnya dingin menyegarkan. Pengunjung rata-rata cuma 10–20 orang per hari, bahkan di akhir pekan.

Tiket masuk Rp10.000, parkir gratis. Akses jalan cukup mulus, bisa pakai motor atau mobil kecil. Dari parkir, jalan kaki 10 menit. Bawa tikar dan bekal—tempat ini ideal untuk piknik santai.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah semua air terjun ini aman untuk anak-anak?
Curug yang punya kolam dangkal seperti Curug Sawer dan Curug Orok relatif aman. Curug Cimahi dan Curug Leuwi Hejo punya arus lebih deras—awasi anak setiap saat.

Berapa biaya total untuk satu kali kunjungan?
Kisaran Rp50.000–Rp100.000 per orang sudah termasuk tiket, parkir, dan transportasi lokal seperti perahu atau ojek. Belum termasuk bensin dan makan.

Kapan waktu terbaik berkunjung ke curug-curug ini?
Musim kemarau, antara April hingga Oktober. Air lebih jernih dan jalur tidak licin. Hindari akhir pekan panjang seperti libur Lebaran atau Natal—pengunjung bisa tiga kali lipat.

Apa perlengkapan yang wajib dibawa?
Sepatu anti-slip, baju ganti, air minum minimal 1 liter, makanan ringan, dan plastik kedap air untuk HP. Jangan bawa barang berharga berlebihan.

Apakah ada curug yang buka 24 jam?
Tidak. Semua curug di daftar ini buka pukul 07.00–17.00. Beberapa punya pos jaga yang menutup pintu masuk tepat pukul 17.00.

Dari tujuh curug di atas, pilihan tergantung pada seberapa jauh kamu mau bepergian dan seberapa ramai suasana yang diinginkan. Kalau cuma punya waktu setengah hari, Curug Cimahi atau Curug Leuwi Hejo jadi opsi paling efisien. Tapi kalau ingin benar-benar menyendiri, Curug Cijalu di Kuningan belum ada tandingannya. Siapkan fisik, bawa bekal, dan jangan lupa sampah dibawa pulang.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Back to top