BANDUNG — Kategori 10K Pocari Sweat Run 2026 digelar sejak dini hari dengan rute melintasi sejumlah ruas jalan utama Kota Bandung. Peserta menuntaskan lomba tanpa kecelakaan lalu lintas yang berkaitan langsung dengan rangkaian acara.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan pelaksanaan hari pertama secara keseluruhan berjalan baik. Catatan yang muncul, menurut dia, tergolong minor dan lebih banyak menyangkut kelancaran arus kendaraan di sekitar area finis.
Kecelakaan di Dago Terjadi Sebelum Start
Farhan menyebut ada satu kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkot dan truk di kawasan Dago. Kejadian itu berlangsung sekitar lima menit sebelum waktu start, sehingga tidak berkaitan langsung dengan pelaksanaan lomba.
"Tidak terdapat kecelakaan lalu lintas setelah peserta memulai lomba," kata Farhan.
Pemerintah Kota Bandung tetap mencatat insiden tersebut sebagai bagian dari pemetaan titik rawan di sepanjang rute. Kawasan Dago menjadi salah satu ruas yang dilintasi peserta kategori 10K.
Penahanan Arus Hanya Tiga Menit di Sejumlah Titik
Perhatian utama evaluasi hari pertama tertuju pada pengaturan kendaraan menjelang garis finis. Balai Kota Bandung menjadi pusat kegiatan, sehingga arus di sekitarnya menumpuk saat peserta masih berkonsentrasi di kawasan tersebut.
Farhan menilai penahanan arus di sejumlah titik tidak berlangsung lama. Berdasarkan pengamatannya, pengguna jalan hanya tertahan sekitar tiga menit di beberapa lokasi.
Kondisi lalu lintas secara umum kembali lancar sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah waktu itu, sebagian besar ruas jalan sudah normal, sementara kepadatan yang tersisa terpusat di sekitar lokasi finis.
Balai Kota Jadi Pusat Kegiatan
Pemkot Bandung memahami kepadatan di sekitar Balai Kota karena lokasi tersebut menjadi titik temu peserta dan pusat rangkaian acara. Evaluasi diarahkan agar pengaturan arus pada hari berikutnya lebih rapi tanpa mengganggu pengguna jalan.
Pelaksanaan Pocari Sweat Run 2026 di Bandung masih berlanjut pada hari kedua. Pemkot menyatakan akan memakai catatan hari pertama sebagai dasar penyesuaian teknis di lapangan.