Dokter spesialis ortopedi menyebut kebiasaan duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko kerusakan tulang belakang hingga lebih dari 90 persen. Kondisi ini kerap dialami pekerja kantoran dan mahasiswa yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar.
BANDUNG — Kebiasaan duduk berjam-jam di depan layar yang sulit dihindari pekerja kantoran dan mahasiswa ternyata menyimpan risiko kesehatan serius. Dokter spesialis ortopedi, Dr. Asa Ibrahim, SP. OT, menyebut akumulasi duduk terlalu lama dapat memicu degradasi atau kerusakan tulang belakang.
“Akumulasi duduk sehari lebih dari delapan jam itu sampai meningkatkan degradasi atau kerusakan tulang belakang sampai lebih dari 90 persen,” ujar Dr. Asa Ibrahim, SP. OT melalui akun TikTok-nya.
Duduk terlalu lama bukan persoalan sepele. Jika tidak diselingi aktivitas ringan, tubuh berisiko terancam berbagai penyakit, mulai dari diabetes hingga obesitas.
Postur Duduk yang Benar Kurangi Beban Tulang Belakang
Pencegahan pertama bisa dimulai dari hal sederhana, yakni memperhatikan postur tubuh saat duduk. Dr. Asa menjelaskan postur duduk yang baik mampu mengurangi beban pada bantalan tulang belakang.
Sebaliknya, posisi duduk slouching atau membungkuk justru meningkatkan beban ke bantalan tulang belakang hingga 150 persen lebih berat.
Jeda 30 Menit untuk Stretching dan Berdiri
Pekerja yang menuntut duduk lama disarankan memberikan jeda di sela-sela aktivitas. Dr. Asa menyarankan setiap 30 menit sekali menyempatkan diri untuk stretching dan berdiri selama 2-3 menit.
Kebiasaan ini berfungsi melancarkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot, hingga mengembalikan fokus kerja.
Perkuat Otot Inti untuk Kurangi Beban Sendi
Tips terakhir yang dibagikan Dr. Asa adalah rutin berolahraga dan memperkuat otot inti atau core muscle. Otot inti yang kuat dapat mengurangi beban yang diterima sendi dan bantalan tulang belakang.
Meski duduk terlalu lama sulit dihindari, risiko kesehatannya tetap bisa diminimalkan dengan pola hidup yang lebih aktif. Masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke tenaga medis jika keluhan pada tulang belakang atau persendian mulai dirasakan dan tidak kunjung membaik.