BANDUNG — Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyoroti pentingnya inovasi dan penguatan branding dalam industri kuliner tradisional. Menurutnya, makanan khas yang selama ini dikenal sederhana bisa memiliki nilai jual lebih tinggi jika dikemas dengan strategi yang tepat.
“Silakan kembangkan inovasi-inovasi. Saya berharap banyak lagi inovasi lainnya sehingga kuliner di Jawa Barat semakin digemari dan semakin banyak wisatawan yang datang ke Jawa Barat hanya untuk mencicipi makanan,” kata Erwan dalam sambutannya di hadapan pengurus AKAR Jabar yang baru dilantik.
Peluang Besar di Balik Pasar Kuliner Bandung
Erwan menilai Bandung memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan kuliner. Banyak pengunjung dari luar daerah datang secara khusus untuk berburu makanan di kota ini. Kondisi tersebut dinilai sebagai peluang untuk mengubah kunjungan wisatawan menjadi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan bagi pelaku usaha lokal.
“Tantangan kita hari ini dan ke depan adalah bagaimana makanan yang enak ini naik kelas menjadi bisnis yang kuat. Bagaimana kuliner lokal bisa memiliki branding yang kuat,” ucapnya.
Inovasi Kunci Naikkan Nilai Ekonomi Kuliner Lokal
Kekayaan kuliner dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat disebut menjadi modal besar untuk memperluas industri makanan. Hidangan seperti nasi timbel, karedok, lotek, batagor, surabi hingga peuyeum memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh.
Menurut Erwan, sejumlah makanan tradisional yang sebelumnya dianggap sederhana kini terbukti mampu memiliki nilai ekonomi lebih tinggi setelah melalui proses inovasi dalam pengemasan dan penyajian. Hal ini menunjukkan bahwa potensi pasar masih sangat terbuka lebar.
AKAR Jabar Diminta Bangun Ekosistem Industri Kuliner
Erwan berharap kepengurusan baru AKAR Jawa Barat dapat berperan lebih luas dalam membangun ekosistem industri kuliner yang sehat dan kompetitif. Organisasi ini diminta untuk aktif mendorong lahirnya berbagai terobosan baru dari para pelaku usaha di daerah.
Peran asosiasi dinilai penting sebagai jembatan antara pelaku usaha dengan pemerintah daerah. Dengan sinergi yang baik, target menjadikan kuliner Jawa Barat sebagai daya tarik utama wisatawan diharapkan dapat tercapai. Pelantikan pengurus AKAR Jabar ini menjadi momentum awal bagi periode kerja 2026-2030.