BOGOR — Kecelakaan maut terjadi di jalur wisata Puncak, Bogor, Selasa pagi. Dua orang yang merupakan pengendara dan penumpang sepeda motor Honda Supra X bernomor polisi F-4681-LP meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terlibat kecelakaan dengan sepeda motor lain dan sebuah dump truck Mitsubishi Canter bernomor polisi F-8419-HW.
Kedua korban diketahui bernama H.S (54) dan R.N (55), warga Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung. Keduanya tewas dengan luka berat di bagian kepala dan dada.
Kronologi: Gagal Mendahului, Korban Terpental ke Lajur Lawan
Peristiwa berdarah ini bermula saat H.S yang membawa motor Honda Supra X tengah melaju dari arah Gadog menuju Puncak. Kondisi jalan di lokasi kejadian disebutkan lurus dan menanjak dengan marka jalan yang tidak terputus.
H.S berupaya mendahului sepeda motor yang melaju di depannya dengan bergerak ke sisi kanan jalan. Namun, proses mendahului tersebut berujung nahas.
"Stang kiri Honda Supra X membentur stang kanan sepeda motor yang melaju searah. Setelah benturan, sepeda motor H.S kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke sisi kanan jalan," ujar Ipda Ares Rahman, Selasa (25/8/2026).
Pada saat yang bersamaan, dari arah berlawanan melaju dump truck Mitsubishi Canter yang dikemudikan S.S (36). Dua korban yang sudah terjatuh ke lajur kanan akhirnya tertabrak kendaraan besar tersebut.
Polisi Selidiki Pengendara Motor yang Kabur
Akibat insiden tersebut, H.S mengalami luka terbuka pada bagian kepala, sedangkan R.N menderita luka memar, lebam, dan lecet pada bagian dada. Keduanya dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
"Korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara dan selanjutnya dibawa ke RSPG Cisarua," kata Ares.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti. Hingga saat ini, pihak Satlantas Polres Bogor masih memburu pengendara sepeda motor yang terlibat kecelakaan tersebut karena diketahui meninggalkan lokasi.
"Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pengendara dan kendaraan yang bersangkutan," jelas Ares.