Pencarian

Revitalisasi 65 SD di Sumedang pada 2026, Disdik Targetkan Sarpras Tuntas 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 • 14:16:31 WIB
Revitalisasi 65 SD di Sumedang pada 2026, Disdik Targetkan Sarpras Tuntas 2029
Revitalisasi 65 SD di Kabupaten Sumedang dijadwalkan berlangsung pada 2026.

SUMEDANG — Pemerataan kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Sumedang memasuki babak baru. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang memastikan 65 sekolah dasar bakal direvitalisasi pada 2026. Program ini menyusul revitalisasi yang tahun lalu menyentuh 44 sekolah.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana SD Disdik Kabupaten Sumedang, Enjang Supriadi, merinci 62 dari 65 SD tersebut masuk program revitalisasi murni. Tiga sekolah lainnya memperoleh bantuan melalui skema Banpres: SD Negeri Cidempet, SD Negeri Karanglayung Kecamatan Tanjungsari, dan SD Negeri Sukamulya Kecamatan Sukasari.

Penentuan Sekolah Penerima Berbasis Data Dapodik

Enjang menegaskan penunjukan sekolah penerima bantuan tidak dilakukan acak. Pihaknya mengacu pada data pokok pendidikan (Dapodik) yang terintegrasi secara nasional.

“Untuk sekolah yang mendapatkan bantuan, datanya bersumber dari Dapodik. Jadi berdasarkan data yang ada, kemudian dilakukan proses penentuan sekolah yang mendapatkan bantuan,” kata Enjang seusai memantau pelaksanaan revitalisasi di SD Negeri Karapyak 1 dan SD Negeri Cidempet, Senin, 24 Agustus 2026.

Ia mengakui masih banyak sekolah yang belum kebagian jatah revitalisasi tahun ini. Pemkab berkomitmen menuntaskan kebutuhan tersebut secara bertahap.

“Masih banyak sekolah yang belum mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan bantuan, tapi kami telah berikhtiar. Targetnya di tahun 2029 sarana dan prasarana bisa tuntas,” ujarnya.

SDN Karapyak 1 Bangun Empat Ruang Kelas Baru untuk Atasi Overload

SD Negeri Karapyak 1, Kecamatan Sumedang Utara, menjadi salah satu penerima manfaat program ini. Sekolah tersebut sebelumnya menghadapi persoalan klasik: jumlah ruang kelas tak sebanding dengan rombongan belajar (rombel).

Kepala SD Negeri Karapyak 1, Eva Walipah, menyebut sekolahnya memiliki 12 rombel, sementara ruang kelas yang tersedia hanya delapan ruangan. Kondisi ini membuat proses belajar mengajar kerap tidak efektif.

Melalui program revitalisasi, sekolah mendapatkan pembangunan empat ruang kelas baru (RKB), satu ruang perpustakaan, rehabilitasi satu ruang kepala sekolah, serta pembangunan toilet. Total nilai bantuan mencapai Rp2,065 miliar.

“Jumlah siswa di sini keseluruhan ada 333 siswa. Tentunya dengan adanya penambahan RKB ini proses belajar mengajar bisa lebih memadai,” kata Eva.

Pembangunan di SDN Karapyak 1 dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah. Selama proyek berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan sistem tiga sif untuk menyesuaikan kondisi lapangan.

SDN Cidempet Terima Banpres Rp914 Juta untuk Enam Ruang Kelas

SD Negeri Cidempet di Desa Cibeureuyeuh, Kecamatan Conggeang, mendapatkan kucuran dana melalui skema Banpres. Sekolah ini menerima anggaran sekitar Rp914 juta untuk pembangunan enam ruang kelas dan satu ruang perpustakaan.

Program revitalisasi dan bantuan pemerintah ini diharapkan memperbaiki kondisi fisik bangunan sekolah sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak dan nyaman bagi para siswa.

Dengan total 618 SD negeri maupun swasta yang tersebar di wilayahnya, Pemkab Sumedang menargetkan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan tuntas menyeluruh pada 2029.

Follow jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inisumedang.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks